Wujud Bakti Tanah Kelahiran, Bos HS Bangun Pabrik Rokok di Lampung
Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Seperti dalam perhelatan sebelumnya, sejumlah UMKM dari komunitas Slankerspreneur akan terlibat. Mereka menampilkan berbagai produk dari kaset dan rilisan fisik Slank, merchandise resmi, hingga kuliner dan produk gaya hidup buatan Slankers.
Suryo Adalah pengusaha kelahiran Lampung , 27 Maret 1984. Masa kanak-kanaknya hingga SMA dihabiskan di Lampung Timur, sebelum orang tuanya harus migrasi ke Bengkulu. Kemudian ia melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta. Di sana jugalah ia merintis bisnisnya. Berawal dari usaha air isi ulang, berkembang ke bisnis konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.
Pada 2024, Suryo membuka pabrik rokok HS di Muntilan, Kabupaten Magelang. Ia memulai dengan hanya 30 buruh linting. Keuletannya menjadikan HS berkembang pesat. Ia dikenal memiliki pola perekrutan karyawan yang unik: tak peduli ijazah, yang penting kemauan belajar. Dalam menerima karyawan, Suryo tidak mensyaratkan pendidikan minimal, batas usia, atau bahkan pengalaman.
“Itu karena ingat diri saya sendiri yang mulai dari nol tanpa koneksi dan pengalaman. Banyak orang menganggur karena terbentur pengalaman kerja, maka saya ingin memberi kesempatan pada yang mau belajar,” ujarnya.
Seperti juga di Magelang, Suryo mengatakan akan memprioritaskan warga sekitar pabrik sebagai karyawan. Termasuk juga memberi kesempatan pada pekerja disabilitas. Untuk meningkatkan skill, para pekerja akan dilatih tenaga professional. Mulai cara memilih daun tembakau, melinting hingga memahami standar mutu rokok.
“Kami juga memberi uang saku tiga ratus ribu rupiah selama proses training,” katanya.
Baca Juga: Sambangi Pabrik Rokok di Pasuruan, Bea Cukai Sita 542 Karton Rokok Ilegal
Yang dia inginkan, uang saku itu bukan sekadar biaya transport. Melainkan sebagai bentuk penghargaan yang membuat mereka merasa dihargai sejak hari pertama.
Suryo Adalah pengusaha kelahiran Lampung , 27 Maret 1984. Masa kanak-kanaknya hingga SMA dihabiskan di Lampung Timur, sebelum orang tuanya harus migrasi ke Bengkulu. Kemudian ia melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta. Di sana jugalah ia merintis bisnisnya. Berawal dari usaha air isi ulang, berkembang ke bisnis konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.
Pada 2024, Suryo membuka pabrik rokok HS di Muntilan, Kabupaten Magelang. Ia memulai dengan hanya 30 buruh linting. Keuletannya menjadikan HS berkembang pesat. Ia dikenal memiliki pola perekrutan karyawan yang unik: tak peduli ijazah, yang penting kemauan belajar. Dalam menerima karyawan, Suryo tidak mensyaratkan pendidikan minimal, batas usia, atau bahkan pengalaman.
“Itu karena ingat diri saya sendiri yang mulai dari nol tanpa koneksi dan pengalaman. Banyak orang menganggur karena terbentur pengalaman kerja, maka saya ingin memberi kesempatan pada yang mau belajar,” ujarnya.
Seperti juga di Magelang, Suryo mengatakan akan memprioritaskan warga sekitar pabrik sebagai karyawan. Termasuk juga memberi kesempatan pada pekerja disabilitas. Untuk meningkatkan skill, para pekerja akan dilatih tenaga professional. Mulai cara memilih daun tembakau, melinting hingga memahami standar mutu rokok.
“Kami juga memberi uang saku tiga ratus ribu rupiah selama proses training,” katanya.
Baca Juga: Sambangi Pabrik Rokok di Pasuruan, Bea Cukai Sita 542 Karton Rokok Ilegal
Yang dia inginkan, uang saku itu bukan sekadar biaya transport. Melainkan sebagai bentuk penghargaan yang membuat mereka merasa dihargai sejak hari pertama.
Lihat Juga :