Mengulik Deretan Miliarder di Balik Ketertarikan Trump Caplok Greenland
Senin, 19 Januari 2026 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Jeff Bezos, Bill Gates, dan Michael Bloomberg disebut sudah berinvestasi sejak 2019 di Kobold Metals. Perusahaan tambang itu fokus dalam pencarian mineral tanah jarang yang belakangan menjadi primadona, karena peran pentingnya dalam pembuatan perangkat elektronik. Eksplorasi Kobold Metals dilakukan berbasis AI di pulau tersebut.
Diketahui Lauder dan Trump memiliki sejarah pribadi yang panjang. Mereka menempuh pendidikan di Wharton School of Business pada waktu yang sama, dan Lauder telah lama menjadi pendukung dana bagi kandidat konservatif (pada Maret tahun lalu, Lauder memberikan USD5 juta untuk MAGA Inc., sebuah super PAC yang mendukung Trump, menurut data dari Federal Election Commission).
Sejak saat itu, Lauder tidak menutupi ketertarikannya terhadap Greenland dan sumber dayanya. Dalam sebuah opini yang diterbitkan di New York Post pada Februari lalu, Ia menguraikan skenario potensial di mana Amerika Serikat bisa memperbesar pengaruhnya atas Greenland tanpa harus membeli negara tersebut (seperti yang baru-baru ini digagas oleh Gedung Putih).
Termasuk membentuk “perjanjian trilateral baru dengan Greenland dan Denmark untuk memformalkan kerja sama Arktik.”
Menurut Politiken, pria berusia 81 tahun itu juga berinvestasi di perusahaan pengemasan air tawar lokal dan terlibat dalam dorongan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air di danau terbesar Greenland melalui Greenland Development Partners, sebuah konsorsium berbasis di Delaware yang memiliki saham di Greenland Investment Group, dimana dipimpin oleh mantan wakil menteri luar negeri AS, Josette Sheeran.
Awal Mula Ketertarikan Trump terhadap Greenland
John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional Trump selama masa jabatannya yang pertama -dan kini menjadi musuh politik yang menonjol- mengatakan kepada Forbes bahwa Trump pertama kali membahas pembelian Greenland pada akhir 2018, dengan mengatakan bahwa "seorang pengusaha terkenal yang dia kenal telah menyarankan agar AS membeli Greenland," dan kemudian mengidentifikasi pengusaha itu sebagai Lauder.Diketahui Lauder dan Trump memiliki sejarah pribadi yang panjang. Mereka menempuh pendidikan di Wharton School of Business pada waktu yang sama, dan Lauder telah lama menjadi pendukung dana bagi kandidat konservatif (pada Maret tahun lalu, Lauder memberikan USD5 juta untuk MAGA Inc., sebuah super PAC yang mendukung Trump, menurut data dari Federal Election Commission).
Sejak saat itu, Lauder tidak menutupi ketertarikannya terhadap Greenland dan sumber dayanya. Dalam sebuah opini yang diterbitkan di New York Post pada Februari lalu, Ia menguraikan skenario potensial di mana Amerika Serikat bisa memperbesar pengaruhnya atas Greenland tanpa harus membeli negara tersebut (seperti yang baru-baru ini digagas oleh Gedung Putih).
Termasuk membentuk “perjanjian trilateral baru dengan Greenland dan Denmark untuk memformalkan kerja sama Arktik.”
Menurut Politiken, pria berusia 81 tahun itu juga berinvestasi di perusahaan pengemasan air tawar lokal dan terlibat dalam dorongan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air di danau terbesar Greenland melalui Greenland Development Partners, sebuah konsorsium berbasis di Delaware yang memiliki saham di Greenland Investment Group, dimana dipimpin oleh mantan wakil menteri luar negeri AS, Josette Sheeran.
Investasi Miliarder di Greenland
Bezos, Gates, dan Bloomberg pertama kali dilaporkan telah berinvestasi di Kobold pada awal 2019 ketika perusahaan menutup putaran Seri A-hanya beberapa bulan setelah Trump mulai mempertimbangkan untuk mencaplok Greenland. Investasi tersebut dilakukan melalui Breakthrough Energy, sebuah dana yang dipimpin oleh Gates dengan tujuan “untuk mempercepat inovasi energi hijau dan membangun industri masa depan.”Lihat Juga :