Trader Aktif Pintu Futures Tumbuh Nyaris 500% di Kuartal IV-2025
Senin, 19 Januari 2026 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mendukung aktivitas tersebut, Pintu Futures dilengkapi beragam fitur, antara lain advanced order type, initial margin buffer, adjustable leverage hingga 25x, price protection, serta fitur Take Profit dan Stop Loss. Selain itu, pengguna dapat memperdagangkan lebih dari 180 aset kripto yang tersedia di platform tersebut.
"Untuk terus mendorong peningkatan trading di Pintu Futures, kami memberikan reward dalam bentuk stablecoin USDT hingga Rp2 juta bagi pengguna PINTU yang melakukan trading pertama kali di Pintu Futures. Kami optimis, berbagai inisiatif dan produk inovatif yang kami hadirkan, dapat terus menarik minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan derivatif crypto menggunakan aplikasi yang terdaftar resmi di Indonesia," ujar Iskandar.
Baca Juga: Indonesia Resmikan ICEx, SRO Kripto Berizin OJK dengan Investasi Rp1 Triliun
Berdasarkan data Coinglass, total perdagangan derivatif kripto global sepanjang 2025 mencapai USD85,70 triliun atau sekitar Rp1.445 kuadriliun. Sementara di dalam negeri, data Bursa Kripto CFX mencatat nilai perdagangan derivatif kripto nasional periode September 2024 hingga September 2025 mencapai Rp73,8 triliun, yang menunjukkan ruang pertumbuhan masih terbuka luas.
"Masyarakat secara umum pasti sudah mengetahui bahwa derivatif crypto bersifat high risk high return. Untuk itu, persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading futures crypto, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR) karena semua keputusan investasi atau trading adalah tanggung jawab setiap trader atau investor," tutupnya.
"Untuk terus mendorong peningkatan trading di Pintu Futures, kami memberikan reward dalam bentuk stablecoin USDT hingga Rp2 juta bagi pengguna PINTU yang melakukan trading pertama kali di Pintu Futures. Kami optimis, berbagai inisiatif dan produk inovatif yang kami hadirkan, dapat terus menarik minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan derivatif crypto menggunakan aplikasi yang terdaftar resmi di Indonesia," ujar Iskandar.
Baca Juga: Indonesia Resmikan ICEx, SRO Kripto Berizin OJK dengan Investasi Rp1 Triliun
Berdasarkan data Coinglass, total perdagangan derivatif kripto global sepanjang 2025 mencapai USD85,70 triliun atau sekitar Rp1.445 kuadriliun. Sementara di dalam negeri, data Bursa Kripto CFX mencatat nilai perdagangan derivatif kripto nasional periode September 2024 hingga September 2025 mencapai Rp73,8 triliun, yang menunjukkan ruang pertumbuhan masih terbuka luas.
"Masyarakat secara umum pasti sudah mengetahui bahwa derivatif crypto bersifat high risk high return. Untuk itu, persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading futures crypto, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR) karena semua keputusan investasi atau trading adalah tanggung jawab setiap trader atau investor," tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :