Independensi BI Terancam Tukar Guling Thomas Djiwandono dan Juda Agung, Benarkah?

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:55 WIB
loading...
Independensi BI Terancam...
Rencana pengajuan Wamenkeu, Thomas Djiwandono, sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai sebagai upaya sistematis pemerintah untuk mengintervensi independensi bank sentral. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rencana pengajuan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai sebagai upaya sistematis pemerintah untuk mengintervensi independensi bank sentral . Sedangkan Juda Agung yang saat ini menjabat Deputi Gubernur BI dikabarkan akan bergeser ke Kementerian Keuangan.

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda menyoroti tren beberapa bulan terakhir di mana pemerintah kerap mempertanyakan peran BI dalam memacu pertumbuhan ekonomi, termasuk desakan penurunan suku bunga acuan guna menyokong program fiskal.

"Tentu kita semua bisa menilai bagaimana Pemerintah getol untuk mengintervensi sektor moneter melalui Bank Indonesia. Tidak hanya isu soal Tommy yang masuk ke BI, namun kita juga melihat dalam beberapa bulan terakhir pemerintah selalu mempertanyakan soal peran BI dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Huda, Senin (19/1).

Baca Juga: Selain Thomas Djiwandono, Ini 2 Nama Calon Deputi Gubernur BI Usulan Prabowo

Kekhawatiran utama yang disampaikan Huda adalah status Thomas Djiwandono sebagai anggota aktif Partai Gerindra. Kehadiran figur politik dalam jajaran Dewan Gubernur BI dianggap dapat merusak tatanan lembaga yang seharusnya steril dari kepentingan politik praktis.

"Saya khawatir bahwa masuknya anggota aktif Partai Gerindra, akan membawa buruk terkait dengan independensi BI. Bank Indonesia sendiri merupakan lembaga negara yang Independen dan bebas dari campur tangan pihak manapun, termasuk pemerintah. Ini seperti Gubernur BI jalur Parpol," tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved