IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia
Rabu, 21 Januari 2026 - 21:44 WIB
loading...
Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 menjadi 5,1%. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 dan 2027 menjadi 5,1% dalam pembaruan World Economic Outlook (WEO) yang dirilis pada Januari 2026. Angka tersebut lebih tinggi masing-masing 0,2 poin persentase untuk 2026 dan 0,1 poin persentase untuk 2027 dibandingkan proyeksi Oktober 2025. Meski demikian, sejumlah risiko dan tantangan usaha masih membayangi perekonomian nasional.
Dikutip dari Reuters, kenaikan proyeksi Indonesia sejalan dengan membaiknya prospek perekonomian global. IMF kini mematok pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3,3% pada 2026, naik 0,2 poin persentase dari perkiraan Oktober 2025. Untuk 2027, pertumbuhan global dipertahankan pada level 3,2%.
"Proyeksi tersebut menunjukkan revisi naik untuk 2026, sementara untuk 2027 tidak ada perubahan dibandingkan dengan yang disajikan dalam edisi Oktober 2025 World Economic Outlook," tulis IMF dalam laporan terbaru.
Baca Juga: BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9%–5,7% di 2026
IMF menilai ketahanan ekonomi global ditopang oleh investasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), stimulus fiskal dan moneter, serta kemampuan sektor swasta dalam beradaptasi terhadap perubahan kebijakan perdagangan.
Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menyatakan perekonomian global menunjukkan ketahanan yang luar biasa dan bahkan melampaui proyeksi yang dibuat sebelum gejolak tarif perdagangan pada 2025.
Dari 30 negara yang tercakup dalam laporan WEO Update Januari 2026, Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Proyeksi 5,1% hanya berada di bawah beberapa negara seperti India (6,4%) dan Filipina (5,6%), serta lebih tinggi dibandingkan China (4,5%) dan Malaysia (4,3%).
Baca Juga: Warning Bank Dunia: Banjir Sumatera Ancaman Serius bagi Ekonomi RI
Di tengah optimisme tersebut, World Economic Forum (WEF) dalam Global Risks Report 2026 mengidentifikasi lima risiko utama yang dihadapi Indonesia pada periode 2026–2028. Pengangguran dan terbatasnya lapangan kerja menempati posisi teratas, disusul ketidakcukupan infrastruktur publik dan perlindungan sosial, dampak negatif teknologi AI, ancaman resesi ekonomi, serta inflasi. Sementara itu, IMF memproyeksikan inflasi global akan menurun dari 4,1% pada 2025 menjadi 3,8% pada 2026 dan kembali melandai ke 3,4% pada 2027.
Dikutip dari Reuters, kenaikan proyeksi Indonesia sejalan dengan membaiknya prospek perekonomian global. IMF kini mematok pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3,3% pada 2026, naik 0,2 poin persentase dari perkiraan Oktober 2025. Untuk 2027, pertumbuhan global dipertahankan pada level 3,2%.
"Proyeksi tersebut menunjukkan revisi naik untuk 2026, sementara untuk 2027 tidak ada perubahan dibandingkan dengan yang disajikan dalam edisi Oktober 2025 World Economic Outlook," tulis IMF dalam laporan terbaru.
Baca Juga: BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9%–5,7% di 2026
IMF menilai ketahanan ekonomi global ditopang oleh investasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), stimulus fiskal dan moneter, serta kemampuan sektor swasta dalam beradaptasi terhadap perubahan kebijakan perdagangan.
Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menyatakan perekonomian global menunjukkan ketahanan yang luar biasa dan bahkan melampaui proyeksi yang dibuat sebelum gejolak tarif perdagangan pada 2025.
Dari 30 negara yang tercakup dalam laporan WEO Update Januari 2026, Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Proyeksi 5,1% hanya berada di bawah beberapa negara seperti India (6,4%) dan Filipina (5,6%), serta lebih tinggi dibandingkan China (4,5%) dan Malaysia (4,3%).
Baca Juga: Warning Bank Dunia: Banjir Sumatera Ancaman Serius bagi Ekonomi RI
Di tengah optimisme tersebut, World Economic Forum (WEF) dalam Global Risks Report 2026 mengidentifikasi lima risiko utama yang dihadapi Indonesia pada periode 2026–2028. Pengangguran dan terbatasnya lapangan kerja menempati posisi teratas, disusul ketidakcukupan infrastruktur publik dan perlindungan sosial, dampak negatif teknologi AI, ancaman resesi ekonomi, serta inflasi. Sementara itu, IMF memproyeksikan inflasi global akan menurun dari 4,1% pada 2025 menjadi 3,8% pada 2026 dan kembali melandai ke 3,4% pada 2027.
(nng)
Lihat Juga :