WEF Davos 2026, Peta Jalan Ekonomi Global yang Perlu Dicermati Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:14 WIB
loading...
WEF Davos 2026, Peta...
CEO & Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Perbincangan global belakangan semakin mengerucut pada dua isu utama, yakni adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang bertanggung jawab dan pembangunan berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia serta pesatnya kemajuan teknologi, tata kelola inovasi, kesiapan talenta, dan dampak sosial-lingkungan menjadi perhatian lintas sektor.

Konteks tersebut menjadikan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari 2026, sebagai forum strategis untuk membaca arah perekonomian global. Sejak digelar pertama kali pada 1971, WEF Davos mempertemukan pemimpin pemerintahan, pelaku bisnis, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk menyelaraskan pandangan mengenai tantangan dan peluang global, termasuk bagi negara berkembang seperti Indonesia.

“WEF Davos adalah forum strategis untuk memahami bagaimana dunia bergerak dan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran yang lebih aktif. Bagi DANA, partisipasi ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung kebiasaan finansial yang sehat lewat layanan keuangan digital yang aman, inklusif, dan selaras dengan keberlanjutan bumi,” ujar CEO & Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara dalam pernyataannya, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: CEO BRI Hadir di WEF 2026, Beberkan Tantangan Pembiayaan Berkelanjutan di Emerging Markets

WEF Davos 2026 mengusung tema besar A Spirit of Dialogue yang diterjemahkan ke dalam lima pertanyaan kunci, mulai dari penguatan kerja sama global di tengah fragmentasi dunia, pencarian sumber pertumbuhan baru, investasi pada manusia, inovasi yang bertanggung jawab, hingga pembangunan kemakmuran berkelanjutan. Diskusi tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan tata kelola yang kuat sebagai fondasi ekonomi masa depan.

AI, Talenta Digital, dan Keberlanjutan

Isu kecerdasan buatan, keamanan siber, dan tata kelola teknologi digital menjadi salah satu sorotan utama melalui pertanyaan “How can we deploy innovation at scale and responsibly?”. Pembahasan tidak hanya berfokus pada percepatan inovasi, tetapi juga pada dampaknya terhadap masyarakat dan sistem ekonomi secara menyeluruh.



Bagi Indonesia, isu ini dinilai relevan seiring masih terbatasnya tingkat adopsi AI. Hingga 2025, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat adopsi AI di Indonesia baru mencapai 27,34 persen. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkirakan kebutuhan talenta digital mencapai sekitar 600.000 orang per tahun untuk memenuhi target 9 juta talenta digital pada 2030.

Baca Juga: Hadir Perdana di WEF 2026, Danantara Bakal Tawarkan Investor Akses Mineral Kritis

Selain teknologi, WEF Davos 2026 juga menempatkan keberlanjutan sebagai agenda penting melalui tema “How can we build prosperity within planetary boundaries?”. Forum ini mendorong pendekatan ekonomi yang regeneratif, sirkular, dan inklusif agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan daya dukung lingkungan.

Pada gelaran ke-56 ini, sekitar 3.000 peserta dari hampir 130 negara dijadwalkan hadir, mencerminkan keberagaman perspektif lintas sektor. Keterlibatan pelaku ekonomi digital Indonesia dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif nasional dalam merespons dinamika global sekaligus mendorong pengembangan ekonomi digital yang inklusif, tepercaya, dan berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Gubernur BI Peringatkan...
Gubernur BI Peringatkan Dunia Tak Baik-baik Saja, Dihantui 3 Tantangan Besar
Perang Iran Picu Stagflasi,...
Perang Iran Picu Stagflasi, Ekonomi Global Mulai Terguncang
Titik Vital Selat Hormuz,...
Titik Vital Selat Hormuz, Sejauh Mana Konflik AS-Israel vs Iran Guncang Ekonomi Dunia dan Indonesia
Ketua Umum Perbanas...
Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Rekomendasi
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved