Prabowo Mengutip Gambaran IMF Soal Indonesia: Titik Terang Ekonomi Global

Jum'at, 23 Januari 2026 - 07:47 WIB
loading...
Prabowo Mengutip Gambaran...
Presiden Prabowo Subianto mengungkap, alasan di balik IMF menyematkan label bahwa Indonesia kini menjadi titik terang ekonomi global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bahwa Indonesia kini menjadi “titik terang” ekonomi global . Pasalnya Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah situasi eksternal yang menantang.

Prabowo mengatakan, sebutan tersebut Ia kutip dari pernyataan Dana Moneter Internasional ( IMF ) dalam penilaian terbaru mereka. Lembaga internasional itu menilai Indonesia sebagai “titik terang global” (global bright spot) dalam konsultasi 2025 Article IV Mission yang berlangsung pada 3-12 November 2025.

Baca Juga: IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia

Predikat tersebut disematkan setelah Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,1% pada 2026, di tengah tingginya ketidakpastian global.

“IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global’ dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah situasi eksternal yang menantang,” ujar Prabowo kala memberikan pidato di pertemuan tahunan World Economy Forum 2026, Kamis (22/1).



Ia melanjutkan, pujian dari lembaga-lembaga internasional, termasuk IMF, bukan dilontarkan tanpa alasan. Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut telah melihat berbagai bukti bahwa perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah volatilitas global.

Selain pertumbuhan ekonomi, Indonesia juga mampu mengendalikan inflasi di bawah 2%. Di samping itu, Indonesia juga masih mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kami telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga: Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian

Prabowo melanjutkan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia tidak terjadi secara kebetulan. Prabowo mengatakan, ketangguhan itu tercipta karena Indonesia selama ini lebih memilih bersatu dan berkolaborasi dibanding perpecahan.

“Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dijaga,” pungkas Prabowo.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta
5 Fakta Menarik Korea...
5 Fakta Menarik Korea Selatan Tumbang dari Meksiko di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved