Rupiah Perkasa Jelang Akhir Pekan, Gilas Dolar AS Jadi Rp16.820

Jum'at, 23 Januari 2026 - 15:53 WIB
loading...
Rupiah Perkasa Jelang...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (23/1/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (23/1/2026), naik 76 poin atau sekitar 0,45% ke level Rp16.820 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu pasar saat ini menunggu pemilihan Presiden AS Donald Trump untuk Ketua Fed berikutnya yang menggantikan Jerome Powell. "Ketua The Fed yang lebih lunak akan meningkatkan spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (23/1/2026).

Selain itu data ekonomi AS terbaru juga menunjukkan bahwa perekonomian berjalan lebih baik dari yang diperkirakan. Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal ketiga melebihi perkiraan. Pada saat yang sama, pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda stabilitas daripada kelemahan, seperti yang ditunjukkan oleh para pejabat Federal Reserve (Fed). Oleh karena itu, ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari kemungkinan sudah tidak berlaku lagi.

Baca Juga: Ambruknya Rupiah dan Lonceng Chaos

Presiden AS Donald Trump melunak terhadap ancaman terhadap Greenland setelah Trump mengatakan dia telah mengamankan akses total dan permanen AS ke Greenland dalam kesepakatan dengan NATO, yang kepala NATO mengatakan sekutu harus meningkatkan komitmen mereka terhadap keamanan Arktik untuk menangkal ancaman dari Rusia dan China.

Sementara, para pemimpin Uni Eropa (UE) akan mempertimbangkan kembali hubungan dengan AS pada pertemuan puncak darurat pada hari Kamis setelah ancaman Trump tentang tarif dan bahkan tindakan militer untuk memperoleh Greenland sangat mengguncang kepercayaan dalam hubungan transatlantik, kata para diplomat. Trump juga mengatakan dia berharap tidak akan ada tindakan militer AS lebih lanjut di Iran, tetapi menambahkan AS akan bertindak jika Iran melanjutkan program nuklirnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy setelah pembicaraan dengan Trump di Davos bahwa persyaratan jaminan keamanan untuk Ukraina telah diselesaikan, tetapi masalah penting mengenai wilayah dalam perang dengan Rusia tetap belum terselesaikan. Trump telah menekan Ukraina untuk mengamankan perdamaian setelah hampir empat tahun perang, meskipun hanya sedikit tanda-tanda Rusia ingin menghentikan pertempuran.

Dari sentimen domestik, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) meminta Bank Indonesia (BI) untuk berhati-hati dalam melakukan intervensi rupiah di pasar valuta asing, seraya menegaskan nilai tukar rupiah harus tetap berfungsi sebagai peredam guncangan utama di tengah tingginya ketidakpastian global.

IMF menilai pengaturan nilai tukar Indonesia masih mengambang secara de facto. Artinya, secara praktik, rupiah dibiarkan bergerak mengikuti mekanisme pasar, dengan pergerakan rupiah yang signifikan selama episode tekanan eksternal terbaru.



Dalam kondisi tersebut, BI menerapkan intervensi valuta asing (foreign exchange intervention/FXI) untuk mengelola volatilitas nilai tukar. IMF mencatat intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar spot valuta asing, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga intervensi non-deliverable forward (NDF) di luar negeri. Namun demikian, IMF menekankan intervensi harus dilakukan secara bijaksana dan terukur.

Baca Juga: Ringgit Mata Uang Paling Kuat di Asia, Rupiah 3 Terlemah

Di sisi lain, lembaga moneter dunia tersebut juga menekankan bahwa upaya stabilisasi nilai tukar tidak boleh menghambat penyesuaian fundamental yang diperlukan, serta harus mempertimbangkan kebutuhan menjaga kecukupan cadangan devisa di tengah lingkungan eksternal yang rawan guncangan. IMF menilai posisi cadangan devisa Indonesia saat ini tetap memadai dan menyambut baik langkah otoritas dalam mengisi kembali cadangan ketika tekanan eksternal mulai mereda.

Seiring dengan itu, IMF juga menyoroti arah kebijakan moneter BI yang dinilai sudah tepat. BI tercatat telah menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin sebanyak enam kali sejak siklus pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dimulai pada September 2024 hingga September 2025, sehingga suku bunga acuan berada di level 4,75 persen, di tengah pertumbuhan kredit yang masih lemah.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.820 - Rp16.860 per dolar AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved