Reli Emas Berlanjut, Proyeksi Tembus Rp168 Juta per Troy Ons di 2030

Jum'at, 23 Januari 2026 - 19:21 WIB
loading...
Reli Emas Berlanjut,...
Harga emas dunia diprediksi kembali mengukir sejarah dengan menembus level tertinggi sepanjang masa hingga tahun 2030. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Harga emas dunia diprediksi kembali mengukir sejarah dengan menembus level tertinggi sepanjang masa hingga tahun 2030. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026) pukul 05.36 GMT, harga emas menguat 0,4 persen ke level USD4.957,10 per troy ons.

Praktisi Pasar Modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee menilai reli kenaikan ini masih jauh dari kata usai. Ia memproyeksikan harga emas berpotensi melonjak hingga dua kali lipat dalam empat tahun ke depan seiring dengan pergeseran besar ekonomi global.

"Emas itu di 2030 diperkirakan masuk ke USD 10.000 per troy ons (atau setara Rp168 juta), tapi ini masih empat tahun lagi dari sekarang, tapi tahun ini saja targetnya USD 5.400-an (harga) emas," ungkap Hans Kwee dalam acara edukasi secara virtual, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Harga Emas Naik Gila-gilaan, Hari Ini Menguat Rp90 Ribu Tembus Rp2.880.000 per Gram

Hans Kwee menjelaskan kenaikan harga emas saat ini didorong oleh faktor yang lebih fundamental daripada sekadar ketegangan geopolitik. Mengutip proyeksi lembaga keuangan dunia seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, harga emas diprediksi naik hingga 20 persen dalam waktu dekat.

Dunia saat ini dinilai tengah mengalami fase de-dolarisasi, di mana bank sentral berbagai negara mulai beralih menumpuk emas sebagai cadangan devisa karena kekhawatiran terhadap keamanan aset berbasis dolar AS.



"Emas ini naik karena tensi geopolitik menyebabkan orang cenderung bergerak ke emas, tapi yang kedua adalah sesudah perang Ukraina-Rusia, dolar Rusia itu dibekukan, sehingga dunia itu menyadari, 'kita nggak bisa megang dolar lagi.' Kemudian setelah Trump jadi presiden lagi, dunia tau bahwa perang tarif ini merugikan mereka sehingga mereka tidak mau pegang dolar, beralih ke emas. Ini menyebabkan bank sentral itu beli emas terus," jelasnya.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Ambles Rp15 Ribu per Gram, Berikut Daftar Lengkapnya

Hans menambahkan bahwa fenomena transisi global ini menjadi pendorong utama yang sangat kuat bagi aset safe haven tersebut. "Kenaikan emas itu bukan cuma karena geopolitik, tetapi karena dunia sedang berubah meninggalkan dolar dengan memegang emas," pungkasnya.

Kenaikan harga emas dunia berdampak langsung pada harga logam mulia di dalam negeri. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam 24 karat hari ini mengalami lonjakan drastis sebesar Rp90.000 per gram, membawanya ke level rekor baru Rp2.880.000 per gram. Lonjakan harga ini mencerminkan tingginya permintaan investor domestik untuk mengamankan aset di tengah fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian pasar finansial global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
Permudah Akses, BM Emas...
Permudah Akses, BM Emas Perkuat Layanan Jual Beli Perhiasan Online di Madura
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Sentuh Rp2,805 Juta per Gram
Sinergi Perkuat Bahan...
Sinergi Perkuat Bahan Baku Emas Nasional
Rekomendasi
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Berita Terkini
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved