Dampak Cuaca Esktrem, Industri Maskapai Mengaku Boncos 20%

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:30 WIB
loading...
Dampak Cuaca Esktrem,...
Curah hujan tinggi di kawasan Jabodetabek berdampak pada operasional sejumlah bisnis, tidak terkecuali industri maskapai. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Curah hujan tinggi di kawasan Jabodetabek berdampak pada operasional sejumlah bisnis, tidak terkecuali industri maskapai . Asosiasi maskapai nasional (Indonesia National Air Carrier Association/INACA) mencatat tak sedikit kerugian soal pendapatan.

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto, menjelaskan berlangsungnya cuaca ekstrem memengaruhi jadwal penerbangan . Penumpang hanya dihadapkan pada sejumlah opsi, entah itu penundaan penerbangan dan batal penerbangan.

Baca Juga: 2 Maskapai Baru Siap Mengudara di Indonesia, Salah Satunya Layani Jemaah Haji dan Umrah

"Ya benar cuaca ekstrem berpengaruh bagi operasi penerbangan, baik berupa hujan deras dengan waktu yg cukup lama maupun badai tropis khususnya memengaruhi ketepatan waktu take off maupun landing yang didasari safety first principles," ujar Bayu saat dihubungi, Minggu (25/1/2026).

Akibatnya kata Bayu, dampak cuaca buruk bagi penerbangan komersial telah mengurangi jam terbang atau utilisasi. "Demikian juga dampak di bandara akibat penumpukan pax (penumpang) yang tertunda ataupun pembatalan sehingga terminal keberangkatan menjadi lebih padat," tutur Bayu.

Menurut Bayu, kerugian pendapatan bisa tembus angka dua digit. Baik itu kerugian dari operasional seperti bahan bakar avtur hingga kru, selain kerugian akibat pembatalan maupun penundaan jadwal penerbangan.

"Saat terjadi extreme weather dan terjadi delays atau cancel flight ya bisa 20-25% (loss omzet), karema perlu waktu recovery untuk kembali normal," tutur Bayu.

Baca Juga: 6.000 Pesawat Airbus A320 Ditarik karena Masalah Perangkat Lunak, Ini Update Terbarunya

Untuk menyiasati dampak cuaca buruk ini, Bayu hanya bisa melakukan komunikasi persuasif. Faktor cuaca menjadi dalam penerbangan menjadi hal yang tidak diprediksi dan dikendalikan secara cepat.

"Bagi penumpang juga harus memahami fenomena extreme weather ini apabila terjadi keterlambatan atau pembatalan," tukasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah yang mencakup Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Efek Domino Selat Hormuz:...
Efek Domino Selat Hormuz: Pasokan Avtur Eropa Tercekik, 20 Ribu Penerbangan Dibatalkan
Pemerintah Diminta Putus...
Pemerintah Diminta Putus Monopoli Penerbangan di Kawasan Timur Indonesia
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Mahal saat Lebaran Tak Langgar Aturan, Kemenhub Ungkap Alasannya
Ruang Udara Iran Masih...
Ruang Udara Iran Masih Ditutup, Penerbangan dari Indonesia Dipaksa Memutar Wilayah Konflik
Danamon Umumkan Rencana...
Danamon Umumkan Rencana Perubahan Susunan Pengurus
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
BMKG Sebut Siklon Tropis...
BMKG Sebut Siklon Tropis Jangmi Menguat, Ini Dampak Cuacanya bagi Indonesia
Siklon Tropis Jangmi...
Siklon Tropis Jangmi Terdeteksi, BMKG: Picu Potensi Hujan Lebat di Sebagian Indonesia
Rekomendasi
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved