Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga di Akhir 2025, KSSK Proyeksi Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4%
Selasa, 27 Januari 2026 - 17:34 WIB
loading...
Menkeu, Purbaya menjelaskan, bahwa meski tantangan ketidakpastian global seperti perang dagang AS-China dan eskalasi geopolitik masih berlanjut, fundamental ekonomi domestik tetap menunjukkan resiliensi kuat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan ( KSSK ) menyatakan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal IV tahun 2025 tetap dalam kondisi terjaga. Capaian ini merupakan hasil dari koordinasi yang erat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan dalam menghadapi volatilitas pasar global yang meningkat di awal tahun 2026.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, bahwa meski tantangan ketidakpastian global seperti perang dagang AS-China dan eskalasi geopolitik masih berlanjut, fundamental ekonomi domestik tetap menunjukkan resiliensi yang kuat. Baca Juga: Purbaya Ungkap Hasil Rapat KSSK Kuartal III 2025, Singgung Penguatan Kewaspadaan
“Hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan bahwa kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) triwulan IV tahun 2025 tetap terjaga, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan antar otoritas,” ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK I di Gedung Djuanda Kemenkeu, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 akan berada di angka 5,2%. Ke depan, KSSK optimis pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 akan meningkat menjadi 5,4%, yang didorong oleh penguatan permintaan domestik dan berbagai program strategis pemerintah.
“Sementara pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat menjadi 5,4 persen,” kata Purbaya.
Baca Juga: BI hingga OJK Temui Purbaya, Ini yang Dibahas
Menghadapi tahun 2026, KSSK berkomitmen untuk terus melakukan langkah mitigasi yang terkoordinasi dan melakukan penilaian ke depan (forward looking) guna mengantisipasi dampak kebijakan tarif impor AS serta kerentanan rantai pasok global.
“KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, sekaligus melakukan usaha mitigasi secara terkoordinasi,” pungkasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, bahwa meski tantangan ketidakpastian global seperti perang dagang AS-China dan eskalasi geopolitik masih berlanjut, fundamental ekonomi domestik tetap menunjukkan resiliensi yang kuat. Baca Juga: Purbaya Ungkap Hasil Rapat KSSK Kuartal III 2025, Singgung Penguatan Kewaspadaan
“Hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan bahwa kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) triwulan IV tahun 2025 tetap terjaga, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan antar otoritas,” ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK I di Gedung Djuanda Kemenkeu, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 akan berada di angka 5,2%. Ke depan, KSSK optimis pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 akan meningkat menjadi 5,4%, yang didorong oleh penguatan permintaan domestik dan berbagai program strategis pemerintah.
“Sementara pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat menjadi 5,4 persen,” kata Purbaya.
Baca Juga: BI hingga OJK Temui Purbaya, Ini yang Dibahas
Menghadapi tahun 2026, KSSK berkomitmen untuk terus melakukan langkah mitigasi yang terkoordinasi dan melakukan penilaian ke depan (forward looking) guna mengantisipasi dampak kebijakan tarif impor AS serta kerentanan rantai pasok global.
“KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, sekaligus melakukan usaha mitigasi secara terkoordinasi,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :