Thomas Djiwandono Blak-blak Soal Sinergi Fiskal dan Moneter di Masa Depan
Rabu, 28 Januari 2026 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, penyelarasan langkah antara kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah menjadi sangat krusial untuk memastikan setiap penurunan suku bunga benar-benar diterjemahkan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi.
"Itu sudah bukan konsep-konsep masa lalu seperti burden sharing. Yang saya tekankan itu transmisi. Ini urusan suku bunga di perbankan dan sebagainya," tutur Thomas.
Baca Juga: Redam Bola Liar Persepsi Pasar, BI Hadapi Ujian Kredibilitas Baru
Senada dengan Thomas, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun sebelumnya juga menegaskan bahwa paradigma sinergi fiskal-moneter telah bergeser. Ia menyebutkan bahwa burden sharing merupakan instrumen masa lalu yang lahir dari situasi darurat kesehatan global.
"Kan burden sharing udah ceritanya. Kan tidak mesti harus sistemnya burden sharing. Itu yang waktu sebelum pas zaman Ibu Sri Mulyani," terang Misbakhun pada Senin (26/1/2026).
Misbakhun menambahkan bahwa bentuk sinergi baru ini akan mencakup ranah yang lebih luas, seperti menjaga stabilitas makro, optimalisasi imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), hingga operasi moneter yang lebih terintegrasi untuk mendukung daya saing ekonomi nasional di tengah tantangan tahun 2026.
"Itu sudah bukan konsep-konsep masa lalu seperti burden sharing. Yang saya tekankan itu transmisi. Ini urusan suku bunga di perbankan dan sebagainya," tutur Thomas.
Baca Juga: Redam Bola Liar Persepsi Pasar, BI Hadapi Ujian Kredibilitas Baru
Senada dengan Thomas, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun sebelumnya juga menegaskan bahwa paradigma sinergi fiskal-moneter telah bergeser. Ia menyebutkan bahwa burden sharing merupakan instrumen masa lalu yang lahir dari situasi darurat kesehatan global.
"Kan burden sharing udah ceritanya. Kan tidak mesti harus sistemnya burden sharing. Itu yang waktu sebelum pas zaman Ibu Sri Mulyani," terang Misbakhun pada Senin (26/1/2026).
Misbakhun menambahkan bahwa bentuk sinergi baru ini akan mencakup ranah yang lebih luas, seperti menjaga stabilitas makro, optimalisasi imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), hingga operasi moneter yang lebih terintegrasi untuk mendukung daya saing ekonomi nasional di tengah tantangan tahun 2026.
(akr)
Lihat Juga :