Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Labuan Bajo, Endress+Hauser Gandeng INGRAM
Rabu, 28 Januari 2026 - 22:19 WIB
loading...
Endress+Hauser Indonesia memperkuat komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui inisiatif bertajuk Empowering Communities for Better Waste Management yang dilaksanakan di Labuan Bajo. Foto/Dok
A
A
A
LABUAN BAJO - Endress+Hauser Indonesia memperkuat komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui inisiatif bertajuk “Empowering Communities for Better Waste Management” yang dilaksanakan di Labuan Bajo , Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Dalam kegiatan ini, Endress+Hauser Indonesia menyerahkan 120 unit tong sampah kepada Vincensius Gande S.Pd., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat. Jumlah tong sampah tersebut merepresentasikan jumlah karyawan Endress+Hauser Indonesia, sebagai simbol keterlibatan dan komitmen kolektif perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.
Vincensius Gande menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan salah satu prioritas utama di Labuan Bajo, mengingat Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Baca Juga: Pengelolaan Sampah di Kawasan Pariwisata Jadi Perhatian Penting Berbagai Lembaga hingga Komunitas
“Sampah masih menjadi salah satu isu utama di Labuan Bajo. Sebagai kawasan pariwisata nasional, kebersihan lingkungan sangat menentukan keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kami mengapresiasi dukungan Endress+Hauser Indonesia yang sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat program pengelolaan sampah berbasis komunitas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program berkelanjutan ini, Endress+Hauser Indonesia menunjuk PT Inovasi Gerakan Masyarakat (INGRAM) sebagai mitra pelaksana. INGRAM merupakan organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas dengan pendekatan praktis dan berkelanjutan.
Program ini akan berlangsung selama enam bulan dengan kegiatan utama berupa pendampingan dan pelatihan pengelolaan sampah bagi 50 keluarga, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengadaan satu unit motor roda tiga untuk pengangkutan sampah terpilah, dan 200 ember organik sebagai fasilitas pemilahan sampah.
Corporate Sales Director Endress+Hauser Group Services untuk Asia Tenggara, Korea, dan Jepang sekaligus President Director Endress+Hauser Indonesia, Henry Chia menegaskan, bahwa komitmen tersebut sejalan dengan nilai perusahaan sebagai perusahaan Eropa yang berkontribusi penting bagi industri penghasil kebutuhan sehari-hari.
“Endress+Hauser berperan dalam mendukung industri yang menghasilkan produk-produk kebutuhan sehari-hari, seperti susu, minuman, dan kelapa sawit. Di mana pun kami beroperasi, termasuk di Indonesia, kami selalu berupaya tumbuh bersama masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pada kegiatan di Labuan Bajo ini, sekitar 118 karyawan Endress+Hauser Indonesia yang berasal dari Jakarta, Medan, Surabaya, dan berbagai daerah turut berpartisipasi secara langsung.
Lebih lanjut Hendry Chia menambahkan “Kami bangga dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kesempatan kepada Endress+Hauser untuk berkontribusi secara berkelanjutan, termasuk melalui dukungan peralatan tambahan guna mendukung kegiatan lingkungan,”.
Baca Juga: Endress+Hauser Indonesia Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan RI dengan Aksi Peduli Lingkungan
Frida Attila, Sustainability Manager Endress+Hauser Indonesia, menegaskan bahwa “Keberlanjutan menjadi komitmen perusahaan dalam seluruh operasional. Program ini merupakan wujud kontribusi nyata Endress+Hauser kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.”
Sementara itu, Michaella Karina, Program Manager PT Inovasi Gerakan Masyarakat, menyatakan komitmen INGRAM untuk mendukung penuh pelaksanaan program ini.
“Kami berkomitmen mendampingi Endress+Hauser Indonesia dan masyarakat Labuan Bajo selama enam bulan ke depan melalui pendampingan intensif, penguatan praktik pemilahan sampah, serta pengelolaan sistem yang mudah diterapkan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Endress+Hauser Indonesia dan PT Inovasi Gerakan Masyarakat, yang dilaksanakan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Labuan Bajo dan disaksikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Melalui inisiatif ini, Endress+Hauser Indonesia berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat serta memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan di Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional.
Dalam kegiatan ini, Endress+Hauser Indonesia menyerahkan 120 unit tong sampah kepada Vincensius Gande S.Pd., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat. Jumlah tong sampah tersebut merepresentasikan jumlah karyawan Endress+Hauser Indonesia, sebagai simbol keterlibatan dan komitmen kolektif perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.
Vincensius Gande menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan salah satu prioritas utama di Labuan Bajo, mengingat Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Baca Juga: Pengelolaan Sampah di Kawasan Pariwisata Jadi Perhatian Penting Berbagai Lembaga hingga Komunitas
“Sampah masih menjadi salah satu isu utama di Labuan Bajo. Sebagai kawasan pariwisata nasional, kebersihan lingkungan sangat menentukan keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kami mengapresiasi dukungan Endress+Hauser Indonesia yang sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat program pengelolaan sampah berbasis komunitas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program berkelanjutan ini, Endress+Hauser Indonesia menunjuk PT Inovasi Gerakan Masyarakat (INGRAM) sebagai mitra pelaksana. INGRAM merupakan organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas dengan pendekatan praktis dan berkelanjutan.
Program ini akan berlangsung selama enam bulan dengan kegiatan utama berupa pendampingan dan pelatihan pengelolaan sampah bagi 50 keluarga, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengadaan satu unit motor roda tiga untuk pengangkutan sampah terpilah, dan 200 ember organik sebagai fasilitas pemilahan sampah.
Corporate Sales Director Endress+Hauser Group Services untuk Asia Tenggara, Korea, dan Jepang sekaligus President Director Endress+Hauser Indonesia, Henry Chia menegaskan, bahwa komitmen tersebut sejalan dengan nilai perusahaan sebagai perusahaan Eropa yang berkontribusi penting bagi industri penghasil kebutuhan sehari-hari.
“Endress+Hauser berperan dalam mendukung industri yang menghasilkan produk-produk kebutuhan sehari-hari, seperti susu, minuman, dan kelapa sawit. Di mana pun kami beroperasi, termasuk di Indonesia, kami selalu berupaya tumbuh bersama masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pada kegiatan di Labuan Bajo ini, sekitar 118 karyawan Endress+Hauser Indonesia yang berasal dari Jakarta, Medan, Surabaya, dan berbagai daerah turut berpartisipasi secara langsung.
Lebih lanjut Hendry Chia menambahkan “Kami bangga dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kesempatan kepada Endress+Hauser untuk berkontribusi secara berkelanjutan, termasuk melalui dukungan peralatan tambahan guna mendukung kegiatan lingkungan,”.
Baca Juga: Endress+Hauser Indonesia Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan RI dengan Aksi Peduli Lingkungan
Frida Attila, Sustainability Manager Endress+Hauser Indonesia, menegaskan bahwa “Keberlanjutan menjadi komitmen perusahaan dalam seluruh operasional. Program ini merupakan wujud kontribusi nyata Endress+Hauser kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.”
Sementara itu, Michaella Karina, Program Manager PT Inovasi Gerakan Masyarakat, menyatakan komitmen INGRAM untuk mendukung penuh pelaksanaan program ini.
“Kami berkomitmen mendampingi Endress+Hauser Indonesia dan masyarakat Labuan Bajo selama enam bulan ke depan melalui pendampingan intensif, penguatan praktik pemilahan sampah, serta pengelolaan sistem yang mudah diterapkan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Endress+Hauser Indonesia dan PT Inovasi Gerakan Masyarakat, yang dilaksanakan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Labuan Bajo dan disaksikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Melalui inisiatif ini, Endress+Hauser Indonesia berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat serta memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan di Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional.
(akr)
Lihat Juga :