Harga Saham Jeblok, BCA Siapkan Dana Buyback Rp5 Triliun
Kamis, 29 Januari 2026 - 08:42 WIB
loading...
BCA berencana melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun. FOTO/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp5 triliun. Langkah tersebut guna menjaga stabilitas harga saham dan memperkuat kepercayaan investor di tengah tekanan pasar modal.
"Periode shares buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana ini oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dijadwalkan pada 12 Maret 2026," ujar EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Terjun Bebas 7,35 Persen, IHSG Hari Ini Ambles ke 8.320
Hera mengatakan pelaksanaan buyback akan dilakukan selama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham. Ia menjelaskan total dana yang disiapkan mencapai maksimal Rp5 triliun termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Adapun jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari total modal disetor perseroan, sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal.
BCA menegaskan rencana buyback telah diperhitungkan secara cermat agar tidak mengganggu rasio kecukupan modal. Perseroan memastikan tetap memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, termasuk POJK Nomor 11/POJK.03/2016 dan perubahan melalui POJK Nomor 27 Tahun 2022 tentang kewajiban penyediaan modal minimum bank umum.
Baca Juga: IHSG Anjlok 8%, BEI Aktifkan Trading Halt Hentikan Sementara Perdagangan Saham
Manajemen juga menyatakan kondisi likuiditas dan operasional perseroan berada dalam posisi yang sehat, sehingga pelaksanaan buyback tidak diperkirakan berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha utama bank.
"Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan. BCA senantiasa menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku," kata Hera.
Sebagai informasi, saham BBCA mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Rabu (28/1/2026), saham BBCA sempat menyentuh level terendah di Rp6.950 per saham, seiring pemberlakuan penghentian sementara perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 8% dan menyeret saham-saham berkapitalisasi besar.
"Periode shares buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana ini oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dijadwalkan pada 12 Maret 2026," ujar EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Terjun Bebas 7,35 Persen, IHSG Hari Ini Ambles ke 8.320
Hera mengatakan pelaksanaan buyback akan dilakukan selama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham. Ia menjelaskan total dana yang disiapkan mencapai maksimal Rp5 triliun termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Adapun jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari total modal disetor perseroan, sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal.
BCA menegaskan rencana buyback telah diperhitungkan secara cermat agar tidak mengganggu rasio kecukupan modal. Perseroan memastikan tetap memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, termasuk POJK Nomor 11/POJK.03/2016 dan perubahan melalui POJK Nomor 27 Tahun 2022 tentang kewajiban penyediaan modal minimum bank umum.
Baca Juga: IHSG Anjlok 8%, BEI Aktifkan Trading Halt Hentikan Sementara Perdagangan Saham
Manajemen juga menyatakan kondisi likuiditas dan operasional perseroan berada dalam posisi yang sehat, sehingga pelaksanaan buyback tidak diperkirakan berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha utama bank.
"Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan. BCA senantiasa menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku," kata Hera.
Sebagai informasi, saham BBCA mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Rabu (28/1/2026), saham BBCA sempat menyentuh level terendah di Rp6.950 per saham, seiring pemberlakuan penghentian sementara perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 8% dan menyeret saham-saham berkapitalisasi besar.
(nng)
Lihat Juga :