Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Kamis, 29 Januari 2026 - 11:15 WIB
loading...
Transaksi multilateral di Bursa Berjangka sepanjang 2025 mencatatkan pertumbuhan signifikan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Transaksi multilateral di Bursa Berjangka sepanjang 2025 mencatatkan pertumbuhan signifikan, dengan kontrak berjangka komoditas emas menjadi penopang utama aktivitas perdagangan. Peningkatan ini mencerminkan menguatnya minat pelaku pasar terhadap instrumen lindung nilai berbasis komoditas di tengah dinamika ekonomi global.
"GOLDGR muncul sebagai tulang punggung likuiditas emas pada 2025, seiring penguatan transaksi emas berbasis rupiah dan emas fisik domestik," ujar Direktur ICDX Nursalam dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: ICDX Proyeksikan Volume Perdagangan Emas Digital Tembus 25 Juta Gram di 2025
Berdasarkan data Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), volume transaksi multilateral sepanjang 2025 mencapai 1.175.332 lot, tumbuh 43,9% dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 816.473 lot. Dari total tersebut, kontrak berjangka emas mendominasi, khususnya GOLDGR dengan volume 281.280 lot serta GOLDUDMic sebanyak 180.110 lot.
Nursalam mengatakan, pertumbuhan volume transaksi pada 2025 didorong oleh pergeseran preferensi pelaku pasar dari kontrak emas berbasis dolar AS menuju kontrak emas berdenominasi rupiah yang dinilai lebih stabil dan terstandarisasi. Pada 2024 aktivitas transaksi masih didominasi kontrak emas mikro berbasis dolar AS, yakni GOLDUDMic, mencerminkan tingginya minat terhadap kontrak berukuran kecil. Namun pada 2025, dominasi beralih ke GOLDGR, yang menandai penguatan pasar emas domestik dengan karakteristik lebih transparan dan berorientasi pada kebutuhan dalam negeri.
Baca Juga: Pecah Rekor, Harga Emas Antam Tembus di Atas Rp3 Juta per Gram
Data ICDX juga menunjukkan bahwa pada 2024 kontrak GOLDUDMic mencatat volume transaksi 341.155 lot dan GOLDGR sebesar 275.222 lot. Sementara pada 2025, volume kontrak GOLDUD tercatat 43.390 lot, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 195.308 lot, seiring penyesuaian strategi pelaku pasar.
Ke depan, ICDX menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendalaman pasar emas nasional melalui pengembangan produk yang inklusif, likuid, dan berdaya saing, dengan fokus pada penguatan transaksi emas berbasis rupiah guna mendukung stabilitas dan efisiensi pasar berjangka di Indonesia.
"GOLDGR muncul sebagai tulang punggung likuiditas emas pada 2025, seiring penguatan transaksi emas berbasis rupiah dan emas fisik domestik," ujar Direktur ICDX Nursalam dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: ICDX Proyeksikan Volume Perdagangan Emas Digital Tembus 25 Juta Gram di 2025
Berdasarkan data Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), volume transaksi multilateral sepanjang 2025 mencapai 1.175.332 lot, tumbuh 43,9% dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 816.473 lot. Dari total tersebut, kontrak berjangka emas mendominasi, khususnya GOLDGR dengan volume 281.280 lot serta GOLDUDMic sebanyak 180.110 lot.
Nursalam mengatakan, pertumbuhan volume transaksi pada 2025 didorong oleh pergeseran preferensi pelaku pasar dari kontrak emas berbasis dolar AS menuju kontrak emas berdenominasi rupiah yang dinilai lebih stabil dan terstandarisasi. Pada 2024 aktivitas transaksi masih didominasi kontrak emas mikro berbasis dolar AS, yakni GOLDUDMic, mencerminkan tingginya minat terhadap kontrak berukuran kecil. Namun pada 2025, dominasi beralih ke GOLDGR, yang menandai penguatan pasar emas domestik dengan karakteristik lebih transparan dan berorientasi pada kebutuhan dalam negeri.
Baca Juga: Pecah Rekor, Harga Emas Antam Tembus di Atas Rp3 Juta per Gram
Data ICDX juga menunjukkan bahwa pada 2024 kontrak GOLDUDMic mencatat volume transaksi 341.155 lot dan GOLDGR sebesar 275.222 lot. Sementara pada 2025, volume kontrak GOLDUD tercatat 43.390 lot, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 195.308 lot, seiring penyesuaian strategi pelaku pasar.
Ke depan, ICDX menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendalaman pasar emas nasional melalui pengembangan produk yang inklusif, likuid, dan berdaya saing, dengan fokus pada penguatan transaksi emas berbasis rupiah guna mendukung stabilitas dan efisiensi pasar berjangka di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :