IHSG Rontok 8%, Harga Emas Semakin Berkilau, Ada Apa?
Kamis, 29 Januari 2026 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
Sentimen negatif kian memburuk setelah Goldman Sachs menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi “underweight”. Bank investasi asal Amerika Serikat itu memperkirakan arus keluar dana pasif bisa mencapai USD 13 miliar jika Indonesia diturunkan statusnya dari pasar negara berkembang menjadi pasar frontier.
Di pasar domestik, harga emas batangan Antam melesat Rp165.000 per gram menjadi Rp3.168.000 per gram, melanjutkan rekor setelah sehari sebelumnya menembus level Rp3 juta per gram. Sementara itu, harga emas 1 gram di Pegadaian tercatat mencapai Rp3.304.000.
Baca Juga: Baru 30 Menit Perdagangan, IHSG Anjlok 8% Kena Trading Halt
Kenaikan tajam harga emas didorong oleh sejumlah faktor global. Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75% dalam rapat FOMC yang berakhir Rabu waktu Amerika Serikat, dengan Ketua The Fed Jerome Powell menyebut inflasi masih berada “agak tinggi” di atas target 2%.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk desakan Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait isu nuklir, serta pelemahan dolar AS yang jatuh ke level terendah sejak awal 2022, turut mendorong emas semakin diminati sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Emas Cetak Rekor Sejarah
Di tengah tekanan pasar saham, emas justru mencatat reli bersejarah. Harga emas spot dunia menembus USD 5.500 per ons untuk pertama kalinya, melonjak lebih dari 3% hanya dalam satu sesi perdagangan. Sepanjang 2026, harga emas telah melesat lebih dari 25%, setelah pada tahun sebelumnya melonjak 64%.Di pasar domestik, harga emas batangan Antam melesat Rp165.000 per gram menjadi Rp3.168.000 per gram, melanjutkan rekor setelah sehari sebelumnya menembus level Rp3 juta per gram. Sementara itu, harga emas 1 gram di Pegadaian tercatat mencapai Rp3.304.000.
Baca Juga: Baru 30 Menit Perdagangan, IHSG Anjlok 8% Kena Trading Halt
Kenaikan tajam harga emas didorong oleh sejumlah faktor global. Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75% dalam rapat FOMC yang berakhir Rabu waktu Amerika Serikat, dengan Ketua The Fed Jerome Powell menyebut inflasi masih berada “agak tinggi” di atas target 2%.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk desakan Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait isu nuklir, serta pelemahan dolar AS yang jatuh ke level terendah sejak awal 2022, turut mendorong emas semakin diminati sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
(nng)
Lihat Juga :