Menko Airlangga Ungkap 3 Poin Krusial di Balik Kebangkitan IHSG Siang Ini

Selasa, 03 Februari 2026 - 15:15 WIB
loading...
Menko Airlangga Ungkap...
Menanggapi performa positif IHSG siang ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kepercayaan investor mulai kembali. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan masuk ke jalur hijau pada perdagangan Selasa (3/2/2026) siang. IHSG pada sesi I hari ini ditutup naik 1,57% ke level 8.047,22

Menanggapi performa positif ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kepercayaan investor mulai kembali seiring dengan bergulirnya agenda reformasi integritas pasar modal yang sangat masif.

Menko Airlangga menyoroti kembalinya aliran modal asing (net inflow) sebagai bukti bahwa pasar merespons positif langkah-langkah transparansi yang diambil pemerintah dan otoritas bursa. Baca Juga: Melesat Naik 1,57%, IHSG Sesi I Sentuh Level 8.047

"Kalau kemarin kita lihat lebih dari 600 billion itu net inflow asing. Jadi 2 minggu terakhir net outflow tapi kemarin net inflow. Dan pagi ini masuk jalur hijau," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (3/2/2026).



Airlangga merinci tiga poin krusial dalam reformasi pasar modal yang menjadi motor penggerak kepercayaan pasar saat ini. Pertama, pemerintah mendorong peningkatan jumlah saham beredar di publik guna memastikan pasar lebih likuid dan kompetitif.

"Reform pasar modal kan tadi saya sudah sampaikan. Bahwa tentu ada beberapa hal yang penting yaitu peningkatan daripada likuiditas dari minimal 7,5 atau 10 sampai dengan 15 persen (free float),” katanya.

Baca Juga: Danantara Bukan Tombol Ajaib, Mampukah Menahan Kejatuhan Pasar Modal?

Menurut Airlangga, disclosure mulai 1 persen dengan standar transparansi kini diperketat. Jika sebelumnya hanya pemegang saham di atas 5% yang wajib dibuka identitasnya, kini batas tersebut diturunkan hingga level 1 persen, termasuk pengungkapan pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficiary Owner).

"Kemudian juga disclosure daripada others yang sebelumnya 5 persen itu turun menjadi 1 persen. Jadi diatas 1 persen harus di-disclose termasuk ultimate beneficiary owner-nya,” ungkap Airlangga.

Pemerintah resmi menaikkan batas limit investasi institusi pengelola dana publik di pasar saham untuk menambah daya dorong domestik, terutama pada saham-saham blue chip. "Indonesia membuka kesempatan untuk dana pensiun untuk melakukan investasi di saham-saham yang baik tentunya, di saham-saham dengan fundamental kuat,” jelasnya.

“Dibuka dari 10 persen itu sejak tahun 2015 itu menjadi bisa sampai 20 persen untuk menaruh investasinya di pasar modal termasuk BPJS Naker dan Kesehatan. Dan ini tentu saham yang fundamentalnya kuat antara lain LQ45,” imbuh Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga juga memberikan titik terang mengenai kekosongan kepemimpinan di OJK pasca-pengunduran diri sejumlah komisioner. Ia memastikan proses pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) tengah berjalan di bawah kendali Kementerian Keuangan sesuai amanat undang-undang.

"Nanti berproses karena tentu berdasarkan undang-undang Menteri Keuangan sedang membentuk pansel. Dan kemudian berproses seperti yang didorong oleh undang-undang," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rekomendasi
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
Berita Terkini
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved