Anggota BRICS Saling Gebuk, Afrika Selatan Siap Kerek Tarif 50% untuk China dan India

Kamis, 05 Februari 2026 - 22:12 WIB
loading...
Anggota BRICS Saling...
Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Brasil Jair Nolsonaro, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di Brasilia, 14 November 2019. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Pemerintah Afrika Selatan dilaporkan mempertimbangkan kebijakan tarif hingga 50% terhadap impor mobil dari China dan India, yang sama-sama anggota BRICS. Langkah tersebut memunculkan pertanyaan mengenai soliditas kerja sama ekonomi di dalam blok negara berkembang tersebut.

Mengacu laporan Watcher Guru, kebijakan tarif tersebut ditujukan untuk melindungi industri otomotif domestik Afrika Selatan dari lonjakan impor kendaraan, termasuk dari sesama anggota BRICS. Rencana ini muncul di tengah upaya negara-negara anggota blok tersebut memperkuat kerja sama ekonomi di tengah dinamika perdagangan global.

Baca Juga: Utang AS Bengkak Tembus Rp637.393 Triliun, Ray Dalio Ingatkan Runtuhnya Sistem Moneter Global

Meski BRICS kerap menyuarakan solidaritas dalam menghadapi tekanan perdagangan global, termasuk kebijakan tarif dari Amerika Serikat, dalam praktiknya negara-negara anggota juga berupaya mengamankan kepentingan masing-masing. Persaingan untuk mendapatkan kesepakatan dagang terbaik dengan AS dinilai turut memengaruhi dinamika hubungan antaranggota.



Selain Afrika Selatan, ketidakseimbangan perdagangan juga terlihat pada hubungan China dan India. India baru-baru ini menginvestasikan sekitar USD10 miliar pada sektor penambangan logam tanah jarang guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari China, meski keduanya tergabung dalam BRICS.

Baca Juga: Xi Jinping Telepon Trump: AS Harus Hati-hati dalam Memasok Senjata ke Taiwan!

Sejumlah pengamat menilai kebijakan yang kurang kooperatif di antara anggota menjadi tantangan utama bagi efektivitas BRICS sebagai blok ekonomi. Meski pertemuan puncak kerap menegaskan komitmen kerja sama, implementasi kebijakan di tingkat nasional sering kali lebih berfokus pada perlindungan kepentingan domestik masing-masing negara.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
Rekomendasi
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Infografis
Makin Tertarik Gabung...
Makin Tertarik Gabung BRICS dan Siap Tinggalkan Dolar AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved