Thomas Djiwandono Pilih Bungkam dan Tebar Senyum usai Pelantikan Deputi Gubernur BI

Senin, 09 Februari 2026 - 17:51 WIB
loading...
Thomas Djiwandono Pilih...
Thomas A.M Djiwandono tampak enggan memberikan pernyataan kepada awak media setelah resmi diambil sumpahnya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Thomas A.M Djiwandono tampak enggan memberikan pernyataan kepada awak media setelah resmi diambil sumpahnya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) . Prosesi pelantikan yang berlangsung di Mahkamah Agung (MA) , Jakarta, pada Senin (9/2/2026) sore tersebut tidak diikuti dengan sesi tanya jawab sebagaimana yang diharapkan.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa Thomas Djiwandono yang baru saja menyelesaikan prosesi sakral pengucapan sumpah, memilih untuk langsung meninggalkan area pelantikan. Ia berjalan melewati kerumunan wartawan yang telah bersiap untuk melakukan sesi doorstop.

Meskipun telah ditunggu selama kurang lebih dua jam, Thomas tidak berhenti untuk memberikan keterangan terkait langkah awalnya di bank sentral maupun merespons isu ekonomi terkini. Keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut hanya terlihat melempar senyum singkat dan melambaikan tangan ke arah awak media sebelum akhirnya bergegas memasuki kendaraannya.



Ia bahkan sempat mengecoh wartawan dengan mengubah titik doorstop dari lokasi awal tempat awak media telah berkerumun menunggu kehadirannya. Baca Juga: Thomas Djiwandono: Saya Komitmen Jaga Independensi Bank Sentral

Perlu diketahui, Thomas Djiwandono resmi mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026–2031. Pengangkatannya dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026. Langkah Thomas menuju kursi pimpinan BI melalui proses yang kompetitif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Haaland Tagih Janji Rooney Mendayung di Sungai Mersey
Indonesia Hadirkan 30...
Indonesia Hadirkan 30 Instalasi Seni di Flower Dome Singapura, Tampilkan Pesona Nusantara
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved