Purbaya Sambut Pelantikan Thomas Djiwandono: Dia Sudah Jago, Lebih Pintar dari Saya
Senin, 09 Februari 2026 - 19:21 WIB
loading...
Menkeu, Purbaya memberikan ucapan selamat sekaligus apresiasi tinggi terhadap Thomas Djiwandono yang baru dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan ucapan selamat sekaligus apresiasi tinggi terhadap Thomas Djiwandono yang baru dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) . Hal ini disampaikan Purbaya saat menghadiri prosesi pelantikan di Gedung Mahkamah Agung (MA), Senin (9/2/2026).
Purbaya menaruh harapan besar agar kehadiran Thomas di jajaran Dewan Gubernur BI dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memformulasi kebijakan moneter yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Selamat Pak Tommy atas posisi barunya. Mudah-mudahan di Bank Indonesia nanti bisa lebih berperan dalam membentuk kebijakan yang pas untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi) yang lebih bagus ke depan,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Sangkal Rupiah Anjlok Imbas Thomas Djiwandono Dicalonkan ke BI
Dengan latar belakang Thomas yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Purbaya optimis sinergi antara Kementerian Keuangan (Fiskal) dan Bank Indonesia (Moneter) akan semakin solid. Ia bahkan berseloroh mengenai kebiasaan koordinasi yang kerap dilakukan secara informal.
“Kan biasanya sudah makan siang bareng. Sekarang lebih gampang lagi (sinergi fiskal dan moneter). Nanti kita makan siang di sana ke Pak Tommy. Setiap Jumat itu MBG gratis sama Pak Gubernur,” ungkap Menkeu.
Purbaya menegaskan tidak perlu memberikan nasihat atau arahan khusus kepada Thomas. Baginya, rekam jejak dan keahlian Thomas sudah lebih dari cukup untuk mengemban tugas baru tersebut.
Baca Juga: Purbaya Sangkal Tukar Guling Posisi Juda Agung dan Thomas Djiwandono
“Enggak. Dia kan Deputi Gubernur. Saya juga nggak tahu. Lebih pintar dari saya kali dia. Ngapain kasih wejangan? Dia sudah jago,” tegas Purbaya.
Thomas Djiwandono dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung Sunarto berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung yang telah mengundurkan diri sejak pertengahan Januari lalu.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi kepemimpinan Bank Indonesia periode 2026–2031, di mana Thomas diharapkan menjadi jembatan strategis untuk memastikan kebijakan moneter selaras dengan target-target pembangunan ekonomi yang dicanangkan pemerintah.
Purbaya menaruh harapan besar agar kehadiran Thomas di jajaran Dewan Gubernur BI dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memformulasi kebijakan moneter yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Selamat Pak Tommy atas posisi barunya. Mudah-mudahan di Bank Indonesia nanti bisa lebih berperan dalam membentuk kebijakan yang pas untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi) yang lebih bagus ke depan,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Sangkal Rupiah Anjlok Imbas Thomas Djiwandono Dicalonkan ke BI
Dengan latar belakang Thomas yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Purbaya optimis sinergi antara Kementerian Keuangan (Fiskal) dan Bank Indonesia (Moneter) akan semakin solid. Ia bahkan berseloroh mengenai kebiasaan koordinasi yang kerap dilakukan secara informal.
“Kan biasanya sudah makan siang bareng. Sekarang lebih gampang lagi (sinergi fiskal dan moneter). Nanti kita makan siang di sana ke Pak Tommy. Setiap Jumat itu MBG gratis sama Pak Gubernur,” ungkap Menkeu.
Purbaya menegaskan tidak perlu memberikan nasihat atau arahan khusus kepada Thomas. Baginya, rekam jejak dan keahlian Thomas sudah lebih dari cukup untuk mengemban tugas baru tersebut.
Baca Juga: Purbaya Sangkal Tukar Guling Posisi Juda Agung dan Thomas Djiwandono
“Enggak. Dia kan Deputi Gubernur. Saya juga nggak tahu. Lebih pintar dari saya kali dia. Ngapain kasih wejangan? Dia sudah jago,” tegas Purbaya.
Thomas Djiwandono dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung Sunarto berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung yang telah mengundurkan diri sejak pertengahan Januari lalu.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi kepemimpinan Bank Indonesia periode 2026–2031, di mana Thomas diharapkan menjadi jembatan strategis untuk memastikan kebijakan moneter selaras dengan target-target pembangunan ekonomi yang dicanangkan pemerintah.
(akr)
Lihat Juga :