PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV: Dulu Diunduh 500 Ribu, Kini Sudah 50 Juta
Rabu, 11 Februari 2026 - 07:26 WIB
loading...
Dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, PLN menegaskan kembali posisi strategisnya sebagai mitra utama ekosistem EV melalui platform tersebut. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Aplikasi PLN Mobile kini beranjak menjadi super apps yang memayungi hampir seluruh kebutuhan pelanggan, termasuk layanan kendaraan listrik yang kini menjadi tulang punggung transisi energi nasional. Dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 , PLN menegaskan kembali posisi strategisnya sebagai mitra utama ekosistem kendaraan listrik melalui platform tersebut.
Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal, mengungkapkan perjalanan PLN Mobile merupakan lompatan besar dalam pelayanan publik. “Dulu pengunduhnya hanya sekitar 500.000, sekarang sudah di atas 50 juta. Rating aplikasi juga melonjak dari 2,5 menjadi 4,9. Ini bukti kepercayaan pelanggan,” katanya, Selasa (10/2/2025). Baca juga: Penjualan Mobil Nasional di 2026 Diproyeksi Capai 850.000 Unit
Menurut Nayusrizal, hampir seluruh urusan kelistrikan kini dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor PLN . Pasang baru, perubahan daya, sambungan sementara, hingga pengaduan gangguan tersedia dalam satu genggaman. “Pelanggan tidak perlu lagi pakai ‘ordal-ordalan’. Cukup lewat PLN Mobile. Mau mengajukan apa pun ada di sana,” ujarnya.
Fitur aplikasi juga melampaui layanan kelistrikan konvensional. Terdapat layanan internet Iconnet, marketplace, hingga fitur swacam untuk foto meter mandiri pelanggan pascabayar. Semua terintegrasi sehingga tindak lanjut permohonan bisa lebih cepat dan terukur.
Lonjakan pengguna kendaraan listrik di Indonesia, di mana kini telah melampaui 100 ribu unit—menjadi alasan PLN memperkuat fitur EV di aplikasinya. PLN Mobile diposisikan sebagai UAV Partner atau Your EV Partner bagi seluruh pemilik kendaraan listrik. “Apapun jenis dan mereknya, mau ngecas di mana saja, semuanya bisa lewat PLN Mobile,” lanjutnya.
Salah satu fitur unggulan adalah Trip Planner. Melalui fitur ini, pengguna dapat merencanakan perjalanan jauh, mengetahui lokasi SPKLU, kapasitas baterai yang dibutuhkan, hingga titik pengisian paling efisien. “Misalnya perjalanan Jakarta–Surabaya, pengguna sudah bisa merencanakan harus berhenti di mana, berapa lama mengecas. Ini sangat memudahkan,” ujarnya.
Pada IIMS 2026, PLN hadir dengan konsep komprehensif. Di area luar ruangan disediakan enam nozzle SPKLU fast dan ultra fast charging yang digunakan berbagai pabrikan. Di area dalam, PLN memamerkan layanan Home Charging Ultima, simulator Formula E, hingga showcase kendaraan hidrogen.
“Kalau beli mobil listrik apa pun dan ingin pasang home charging, tinggal integrasi lewat layanan Ultima. Ada diskon tarif pada jam malam yang sangat menguntungkan,” jelasnya
Bagi Nayusrizal, PLN memandang dirinya bukan sekadar penyedia listrik, melainkan pionir ekosistem EV. Saat ini lebih dari 5.000 SPKLU telah tersebar di Indonesia. Bahkan PLN memiliki unit SPKLU Mobile yang dapat mendatangi pengguna jika kehabisan daya di tengah perjalanan.
Momentum IIMS 2026 berdekatan dengan periode mudik Ramadan–Idul Fitri. PLN telah menyiapkan langkah antisipatif: penambahan SPKLU di jalur mudik, posko siaga 24 jam, serta dukungan konektivitas dari Iconnet.
“Kami menyiagakan ribuan personel. Kalau ada kendala, harus segera diatasi. Bahkan di rest area kami buka posko khusus,” ungkapnya. Baca juga: Kiamat Industri Mobil Eropa: 1 dari 10 Mobil Terjual Buatan China
Kehadiran booth PLN di Mobile di IIMS 2026 disambut positif oleh para pengunjung. Rata-rata mereka tertarik memasang home charging untuk kendaraan listrik. Salah satu pengunjung, Ivan Riyadi, mengaku datang untuk mengajukan penambahan daya listrik dari 2.200 VA menjadi 7.700 VA.
Ia pun menilai layanan pemasangan charging mobil listrik yang ditawarkan PLN sebagai langkah positif. “Ke depan orang akan beralih ke mobil listrik. Menurut saya, promo dan kampanye PLN ini bagus. Pelayanannya juga cepat dan responsif,” katanya.
Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal, mengungkapkan perjalanan PLN Mobile merupakan lompatan besar dalam pelayanan publik. “Dulu pengunduhnya hanya sekitar 500.000, sekarang sudah di atas 50 juta. Rating aplikasi juga melonjak dari 2,5 menjadi 4,9. Ini bukti kepercayaan pelanggan,” katanya, Selasa (10/2/2025). Baca juga: Penjualan Mobil Nasional di 2026 Diproyeksi Capai 850.000 Unit
Menurut Nayusrizal, hampir seluruh urusan kelistrikan kini dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor PLN . Pasang baru, perubahan daya, sambungan sementara, hingga pengaduan gangguan tersedia dalam satu genggaman. “Pelanggan tidak perlu lagi pakai ‘ordal-ordalan’. Cukup lewat PLN Mobile. Mau mengajukan apa pun ada di sana,” ujarnya.
Fitur aplikasi juga melampaui layanan kelistrikan konvensional. Terdapat layanan internet Iconnet, marketplace, hingga fitur swacam untuk foto meter mandiri pelanggan pascabayar. Semua terintegrasi sehingga tindak lanjut permohonan bisa lebih cepat dan terukur.
Lonjakan pengguna kendaraan listrik di Indonesia, di mana kini telah melampaui 100 ribu unit—menjadi alasan PLN memperkuat fitur EV di aplikasinya. PLN Mobile diposisikan sebagai UAV Partner atau Your EV Partner bagi seluruh pemilik kendaraan listrik. “Apapun jenis dan mereknya, mau ngecas di mana saja, semuanya bisa lewat PLN Mobile,” lanjutnya.
Salah satu fitur unggulan adalah Trip Planner. Melalui fitur ini, pengguna dapat merencanakan perjalanan jauh, mengetahui lokasi SPKLU, kapasitas baterai yang dibutuhkan, hingga titik pengisian paling efisien. “Misalnya perjalanan Jakarta–Surabaya, pengguna sudah bisa merencanakan harus berhenti di mana, berapa lama mengecas. Ini sangat memudahkan,” ujarnya.
Pada IIMS 2026, PLN hadir dengan konsep komprehensif. Di area luar ruangan disediakan enam nozzle SPKLU fast dan ultra fast charging yang digunakan berbagai pabrikan. Di area dalam, PLN memamerkan layanan Home Charging Ultima, simulator Formula E, hingga showcase kendaraan hidrogen.
“Kalau beli mobil listrik apa pun dan ingin pasang home charging, tinggal integrasi lewat layanan Ultima. Ada diskon tarif pada jam malam yang sangat menguntungkan,” jelasnya
Bagi Nayusrizal, PLN memandang dirinya bukan sekadar penyedia listrik, melainkan pionir ekosistem EV. Saat ini lebih dari 5.000 SPKLU telah tersebar di Indonesia. Bahkan PLN memiliki unit SPKLU Mobile yang dapat mendatangi pengguna jika kehabisan daya di tengah perjalanan.
Momentum IIMS 2026 berdekatan dengan periode mudik Ramadan–Idul Fitri. PLN telah menyiapkan langkah antisipatif: penambahan SPKLU di jalur mudik, posko siaga 24 jam, serta dukungan konektivitas dari Iconnet.
“Kami menyiagakan ribuan personel. Kalau ada kendala, harus segera diatasi. Bahkan di rest area kami buka posko khusus,” ungkapnya. Baca juga: Kiamat Industri Mobil Eropa: 1 dari 10 Mobil Terjual Buatan China
Kehadiran booth PLN di Mobile di IIMS 2026 disambut positif oleh para pengunjung. Rata-rata mereka tertarik memasang home charging untuk kendaraan listrik. Salah satu pengunjung, Ivan Riyadi, mengaku datang untuk mengajukan penambahan daya listrik dari 2.200 VA menjadi 7.700 VA.
Ia pun menilai layanan pemasangan charging mobil listrik yang ditawarkan PLN sebagai langkah positif. “Ke depan orang akan beralih ke mobil listrik. Menurut saya, promo dan kampanye PLN ini bagus. Pelayanannya juga cepat dan responsif,” katanya.
(poe)
Lihat Juga :