APF Canada Hadirkan Pemimpin APEC untuk Perkuat Keuangan Digital UMKM Perempuan
Rabu, 11 Februari 2026 - 23:32 WIB
loading...
A
A
A
Para panelis membahas bagaimana pembayaran digital, dompet elektronik, dan pasar daring dapat membantu UMKM yang dipimpin perempuan meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, serta memperluas akses ke pasar domestik dan regional, sekaligus mengatasi berbagai hambatan seperti kesenjangan literasi digital, isu privasi data, serta produk keuangan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha perempuan.
Berdasarkan pengalaman Indonesia, diskusi juga mengeksplorasi peluang kolaborasi APEC dan ABAC dalam pengembangan sistem pembayaran yang interoperable, harmonisasi standar Know-Your-Customer (KYC), serta portabilitas data kredit untuk mendukung partisipasi perempuan wirausaha dalam ekonomi digital.
Baca Juga: MNC Life Dukung Pemberdayaan Perempuan Melalui Wirausaha
Wakil Menteri Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah menyoroti, masih adanya kesenjangan dalam literasi keuangan dan digital, dengan mencatat bahwa 74 persen transaksi masih dilakukan secara tunai. Ia menegaskan, bahwa perluasan akses dan peluang di bidang tersebut sangat penting bagi pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya UMKM yang dipimpin oleh perempuan.
Memperkuat UMKM Perempuan dalam Rantai Nilai Regional
Setelah sesi panel, diskusi meja bundar tertutup mempertemukan anggota ABAC dan pejabat tinggi pemerintah untuk membahas strategi praktis dalam meningkatkan partisipasi UMKM yang dipimpin perempuan dalam rantai nilai domestik dan regional.
Diskusi menyoroti adaptasi digital, formalitas usaha, kepemilikan kekayaan intelektual, sertifikasi dan standar, kesiapan ekspor, serta pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas guna membuka peluang pasar baru.
Sesi ini menekankan pentingnya penyederhanaan kepatuhan regulasi, perluasan akses terhadap perangkat digital dan intelijen pasar, serta penguatan kerja sama APEC dalam harmonisasi standar, perdagangan tanpa kertas (paperless trade), dan kerangka pengadaan inklusif.
Ketua ABAC Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi, konsistensi mitra dari Kanada yang selama bertahun-tahun berfokus pada pengembangan UMKM serta pemberdayaan perempuan. Menurutnya, fokus tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki sekitar 60 juta pelaku UMKM, dengan lebih dari setengahnya merupakan perempuan.
“Perlu saya sampaikan bahwa jika berbicara UMKM di Indonesia jumlahnya sekitar 60 juta, dan lebih dari setengahnya adalah perempuan,” katanya.
Berdasarkan pengalaman Indonesia, diskusi juga mengeksplorasi peluang kolaborasi APEC dan ABAC dalam pengembangan sistem pembayaran yang interoperable, harmonisasi standar Know-Your-Customer (KYC), serta portabilitas data kredit untuk mendukung partisipasi perempuan wirausaha dalam ekonomi digital.
Baca Juga: MNC Life Dukung Pemberdayaan Perempuan Melalui Wirausaha
Wakil Menteri Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah menyoroti, masih adanya kesenjangan dalam literasi keuangan dan digital, dengan mencatat bahwa 74 persen transaksi masih dilakukan secara tunai. Ia menegaskan, bahwa perluasan akses dan peluang di bidang tersebut sangat penting bagi pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya UMKM yang dipimpin oleh perempuan.
Memperkuat UMKM Perempuan dalam Rantai Nilai Regional
Setelah sesi panel, diskusi meja bundar tertutup mempertemukan anggota ABAC dan pejabat tinggi pemerintah untuk membahas strategi praktis dalam meningkatkan partisipasi UMKM yang dipimpin perempuan dalam rantai nilai domestik dan regional.
Diskusi menyoroti adaptasi digital, formalitas usaha, kepemilikan kekayaan intelektual, sertifikasi dan standar, kesiapan ekspor, serta pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas guna membuka peluang pasar baru.
Sesi ini menekankan pentingnya penyederhanaan kepatuhan regulasi, perluasan akses terhadap perangkat digital dan intelijen pasar, serta penguatan kerja sama APEC dalam harmonisasi standar, perdagangan tanpa kertas (paperless trade), dan kerangka pengadaan inklusif.
Ketua ABAC Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi, konsistensi mitra dari Kanada yang selama bertahun-tahun berfokus pada pengembangan UMKM serta pemberdayaan perempuan. Menurutnya, fokus tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki sekitar 60 juta pelaku UMKM, dengan lebih dari setengahnya merupakan perempuan.
“Perlu saya sampaikan bahwa jika berbicara UMKM di Indonesia jumlahnya sekitar 60 juta, dan lebih dari setengahnya adalah perempuan,” katanya.
Lihat Juga :