Purbaya Sebut Koreksi Negatif Moody's Offside, Ini Dasarnya
Kamis, 12 Februari 2026 - 17:34 WIB
loading...
Menurut pandangan Purbaya, asumsi Moody’s soal melambatnya pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu parameter penilaian tidak sepenuhnya benar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa masih belum terima dengan penilaian lembaga pemeringkat dunia, Moody’s Ratings yang menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Menurut pandangan Purbaya, asumsi Moody’s soal melambatnya pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu parameter penilaian tidak sepenuhnya benar.
Purbaya menitikberatkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2025 di angka 5,11%. Menurutnya koreksi negatif dari Moody's tidak sejalan dengan kondisi perekonomian nasional, terlebih lembaga keuangan turut mengafirmasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Purbaya Tak Terima Outlook Rating Utang Indonesia Dipangkas Jadi Negatif
"Moody's mengeluarkan outlook Indonesia negatif karena ada prospek pertumbuhan yang lebih lambat katanya. Tahunya keluarnya lebih tinggi. Habis itu langsung IMF menaikkan prediksi kita dari 4,9 ke 5,2 untuk tahun ini. JP Morgan juga sama dari 4,9 ke 5,2. Jadi ada yang offside kelihatannya," katanya dalam acara diskusi di Grand CIMB Niaga, Kamis (12/2/2026).
Ke depan, Purbaya mengatakan, mesin pendongkrak pertumbuhan ekonomi bakal terus digerakkan untuk menjaga momentum prospek ekonomi pasca rilis BPS. Sejumlah indikator mikro dan makro menjadi parameter Purbaya.
Seperti indeks kepercayaan konsumen yang dalam tren positif, kurva konsumsi BBM yang positif, kenaikan penjualan listrik untuk industri naik hingga sektor manufaktur, dengan indeks PMI ekspansif belakangan.
Baca Juga: Moody’s Bikin IHSG Nyungsep, Purbaya: Mereka Salah Hitung
Sehingga katanya, kebijakan fiskal yang tepat sasaran dan bernilai tambah akan terus dimasfikan oleh pemerintah. Intervensi ini demi menjaga sentimen pasar yang bisa memengaruhi laju perekonomian nasional, termasuk penilaian dari lembaga internasional.
"Kami akan buat dia (Moody's) offside betulan. Triwulan pertama ini kami akan inject semua stimulus yang ada di pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun yang lain-lain untuk belanja habis-habisan dan memperbaiki iklim investasi supaya dunia usaha juga bisa ekspansi," ujar Purbaya.
Kepada dunia industri dan investor, Purbaya bilang kebijakan pemerintah bakal menjaga iklim bisnis dan investasi. "Jadi Indonesia bergerak ke arah perbaikan yang clear karena pondasinya kami address dengan baik. Dengan modal ini harusnya Anda enggak usah takut tentang prospek ekonomi Indonesia. Kami menjalankan kebijakan yang pas," tuturnya.
Purbaya menitikberatkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2025 di angka 5,11%. Menurutnya koreksi negatif dari Moody's tidak sejalan dengan kondisi perekonomian nasional, terlebih lembaga keuangan turut mengafirmasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Purbaya Tak Terima Outlook Rating Utang Indonesia Dipangkas Jadi Negatif
"Moody's mengeluarkan outlook Indonesia negatif karena ada prospek pertumbuhan yang lebih lambat katanya. Tahunya keluarnya lebih tinggi. Habis itu langsung IMF menaikkan prediksi kita dari 4,9 ke 5,2 untuk tahun ini. JP Morgan juga sama dari 4,9 ke 5,2. Jadi ada yang offside kelihatannya," katanya dalam acara diskusi di Grand CIMB Niaga, Kamis (12/2/2026).
Ke depan, Purbaya mengatakan, mesin pendongkrak pertumbuhan ekonomi bakal terus digerakkan untuk menjaga momentum prospek ekonomi pasca rilis BPS. Sejumlah indikator mikro dan makro menjadi parameter Purbaya.
Seperti indeks kepercayaan konsumen yang dalam tren positif, kurva konsumsi BBM yang positif, kenaikan penjualan listrik untuk industri naik hingga sektor manufaktur, dengan indeks PMI ekspansif belakangan.
Baca Juga: Moody’s Bikin IHSG Nyungsep, Purbaya: Mereka Salah Hitung
Sehingga katanya, kebijakan fiskal yang tepat sasaran dan bernilai tambah akan terus dimasfikan oleh pemerintah. Intervensi ini demi menjaga sentimen pasar yang bisa memengaruhi laju perekonomian nasional, termasuk penilaian dari lembaga internasional.
"Kami akan buat dia (Moody's) offside betulan. Triwulan pertama ini kami akan inject semua stimulus yang ada di pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun yang lain-lain untuk belanja habis-habisan dan memperbaiki iklim investasi supaya dunia usaha juga bisa ekspansi," ujar Purbaya.
Kepada dunia industri dan investor, Purbaya bilang kebijakan pemerintah bakal menjaga iklim bisnis dan investasi. "Jadi Indonesia bergerak ke arah perbaikan yang clear karena pondasinya kami address dengan baik. Dengan modal ini harusnya Anda enggak usah takut tentang prospek ekonomi Indonesia. Kami menjalankan kebijakan yang pas," tuturnya.
(akr)
Lihat Juga :