Jababeka Operasikan Pabrik Mini LNG Pertama di Jawa

Jum'at, 13 Februari 2026 - 13:24 WIB
loading...
Jababeka Operasikan...
PT Jababeka Tbk (KIJA) melalui entitas anaknya, PT Likuid Nusantara Gas (PT LNG), resmi mengoperasikan pabrik mini gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di PIER. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Jababeka Tbk (KIJA) melalui entitas anaknya, PT Likuid Nusantara Gas (PT LNG), resmi mengoperasikan pabrik mini gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur. Fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa yang dikelola pihak swasta guna memperkuat ketahanan energi dan efisiensi biaya bagi sektor industri.

"Pada akhirnya akan terjadi efisiensi dan dalam jangka panjang masyarakat bisa mendapatkan energi yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dalam keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Jababeka Bersama Tenant Salurkan Bantuan Rp350 Juta bagi Korban Bencana Sumatera

Yuliot mengatakan kehadiran pabrik ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses energi bersih sekaligus menekan beban subsidi LPG nasional yang diproyeksikan mencapai Rp87 triliun pada 2025. Fasilitas ini diharapkan mampu mendorong substitusi konsumsi LPG ke LNG guna mengurangi ketergantungan impor.



Proyek strategis ini dikembangkan melalui perusahaan patungan (joint venture) dengan total nilai investasi mencapai USD16,9 juta. Dalam struktur kepemilikannya, PT Jababeka Infrastruktur menguasai 60% saham, sementara PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan masing-masing memiliki 20% saham.

Wakil Direktur Utama Jababeka, Budianto Liman, mengatakan pengoperasian pabrik di lahan seluas satu hektar ini akan memperkuat bisnis infrastruktur perseroan melalui pendapatan berulang (recurring income). Pihaknya optimistis fasilitas ini mampu menyediakan energi yang kompetitif dan rendah emisi bagi pelaku manufaktur di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Pabrik tersebut saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 2,5 MMSCFD per hari dan didukung oleh armada distribusi iso tank berukuran 20 hingga 40 kaki. CEO PT LNG, Wira Rahardja, mengungkapkan bahwa pada tahap awal operasional, pasokan gas alam cair telah berhasil disalurkan secara andal ke wilayah Jawa Timur hingga Bali.

Sejumlah konsumen, termasuk PGN Gagas, dilaporkan telah menjalin kerja sama dan merasakan manfaat efisiensi biaya setelah beralih ke LNG. Penggunaan teknologi modular dari perusahaan Argentina, Galileo Technologies, menjadikan proyek ini sebagai tolok ukur pengembangan infrastruktur energi modern di wilayah kepulauan.

Baca Juga: Jababeka Bizpark Tahap II Siap Dibangun, Lanjutkan Kesuksesan Proyek Pertama

Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Gustavo Ricardo Coppa, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, mengapresiasi kolaborasi teknologi kedua negara. Ia menilai proyek ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan bahan bakar bersih yang berkelanjutan.

Sebagai rencana jangka panjang, PT LNG menargetkan ekspansi kapasitas produksi menjadi 4 MMSCFD per hari pada paruh kedua tahun 2027 melalui penambahan dua unit mesin pengolahan. Peningkatan ini dilakukan untuk merespons permintaan energi industri yang terus tumbuh pesat di kawasan tersebut.

Peresmian ini dihadiri pula oleh jajaran pejabat kementerian terkait, di antaranya Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Sentot Harijady dan Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mempertegas dukungan pemerintah terhadap penciptaan iklim investasi infrastruktur energi yang kondusif.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
20 Tahun di Oman, Medco...
20 Tahun di Oman, Medco Energi Tegaskan Komitmen Jangka Panjang
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
AKLI Siap Dukung Percepatan...
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
Perang AS-Iran Picu...
Perang AS-Iran Picu Rencana Pembangunan PLTN di Asia dan Afrika
2 Terdakwa LNG Divonis...
2 Terdakwa LNG Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara, Begini Tanggapan KPK
Rekomendasi
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Amerika Serikat Permak...
Amerika Serikat Permak Paraguay 4-1: Folarin Balogun Cetak Brace
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved