Harga Beras Tak Boleh Naik, Mentan Amran: Yang Diserang Pemerintah

Jum'at, 13 Februari 2026 - 15:56 WIB
loading...
Harga Beras Tak Boleh...
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman mengeluhkan pemerintah kerap menjadi sasaran kemarahan publik ketika harga pangan mengalami kenaikan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengeluhkan pemerintah kerap menjadi sasaran kemarahan publik ketika harga pangan mengalami kenaikan. Menurutnya, lonjakan harga di lapangan sering kali dipicu oleh ulah segelintir pengusaha nakal, namun pemerintah yang justru mendapat sorotan.

"Beras tidak boleh naik. Itu ada HET-nya. Berasnya melimpah. Rakyat marah pada Pemerintah, padahal yang melakukan hanya 1-2 orang, yang diserang adalah pemerintah," ungkap Mentan Amran dalam acara Gerakan Pangan Murah di Kantor Kementan, Jakarta Selatan Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Amran Ancam Cabut Izin Feedloter dan Distributor yang Bikin Daging Sapi Mahal

Amran menyebut, ketersediaan stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Per Februari 2026, cadangan beras tercatat mencapai 3,4 juta ton, atau hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata stok pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 1-1,5 juta ton.

"Beras kita stoknya tertinggi sepanjang sejarah. Ini mungkin pertama di bulan Februari stok kita 3,4 juta ton. Tidak ada alasan, yang biasanya 1 juta ton 1,5, sekarang 2 kali lipat dari biasanya," ungkapnya.



Selain itu, pemerintah juga menyiapkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram. Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Beras, Perpadi Ungkap Apa Saja Instrumen Pentingnya

Amran menegaskan akan menindak tegas pengusaha komoditas pangan yang menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Ia meminta Satgas Pangan dan jajaran Ditkrimsus Polri di seluruh Indonesia bertindak cepat terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga.

"Ini perintah Panglima tertinggi, Bapak Presiden, kemarin kami dipanggil, menghadap dan menanyakan kondisi pangan menghadapi bulan suci Ramadhan. Tidak boleh ada harga naik. Ikuti aturan. Kalau ada yang menjual di atas HET, cari produsennya. Dan bila perlu, beri sanksi berat. Cabut izinnya," tegas Amran.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Indonesia Ekspor Pupuk...
Indonesia Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Total Nilainya Tembus Rp7 Triliun
El Nino Mengintai, Mentan...
El Nino Mengintai, Mentan Amran Instruksikan Perkuat Infrastruktur Pengairan Nasional
Indonesia Impor Pangan...
Indonesia Impor Pangan hanya 5% dari 11 Komoditas
Mentan Amran Antar Jenazah...
Mentan Amran Antar Jenazah Anggota IV BPK RI Haerul Saleh dari RSUD Pasar Minggu
Sejarah Baru! Cadangan...
Sejarah Baru! Cadangan Beras Indonesia Tembus 5 Juta Ton
Raker Komisi VI DPR,...
Raker Komisi VI DPR, Pemerintah Bahas Pemanggilan Importir Kedelai
Rekomendasi
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Betrand Sedih Lihat...
Betrand Sedih Lihat Ruben Onsu Dihina, Curhatnya Bikin Haru
KPK Tahan Wamen Imipas...
KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved