IHSG Bangkit Lagi 3,49% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.889 Triliun
Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip siaran pers PT BEI, pada 12 Februari obligasi berkelanjutan tahap II tahun 2026 yang diterbitkan PT Hino Finance Indonesia resmi tercatat dengan nilai Rp800 miliar dan peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Wali amanat instrumen ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Baca Juga: Pasar Saham Gonjang-ganjing, Hashim Sebut Prabowo Marah Besar
Sehari kemudian, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III senilai Rp889 miliar serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III senilai Rp210,1 miliar. Kedua instrumen tersebut memperoleh peringkat AA+(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan wali amanat PT Bank Tabungan Negara Tbk.
Secara kumulatif sepanjang 2026, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 19 emisi dari 13 emiten dengan nilai Rp14,56 triliun. Hingga kini, total instrumen obligasi dan sukuk tercatat berjumlah 671 emisi dengan nilai outstanding Rp548,61 triliun dan USD134,01 juta.
Selain itu, terdapat 190 seri Surat Berharga Negara senilai Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta serta tujuh emisi Efek Beragun Aset senilai Rp3,69 triliun.
Baca Juga: Pasar Saham Gonjang-ganjing, Hashim Sebut Prabowo Marah Besar
Sehari kemudian, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III senilai Rp889 miliar serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III senilai Rp210,1 miliar. Kedua instrumen tersebut memperoleh peringkat AA+(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan wali amanat PT Bank Tabungan Negara Tbk.
Secara kumulatif sepanjang 2026, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 19 emisi dari 13 emiten dengan nilai Rp14,56 triliun. Hingga kini, total instrumen obligasi dan sukuk tercatat berjumlah 671 emisi dengan nilai outstanding Rp548,61 triliun dan USD134,01 juta.
Selain itu, terdapat 190 seri Surat Berharga Negara senilai Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta serta tujuh emisi Efek Beragun Aset senilai Rp3,69 triliun.
(akr)
Lihat Juga :