301 Blok Migas Tak Kunjung Beroperasi, Bahlil Ultimatum Siap Cabut Kontrak

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:39 WIB
loading...
301 Blok Migas Tak Kunjung...
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah akan mencabut izin pengelolaan ratusan wilayah kerja minyak dan gas (migas) yang tidak menunjukkan progres pengembangan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah akan mencabut izin pengelolaan ratusan wilayah kerja minyak dan gas (migas) yang tidak menunjukkan progres pengembangan. Langkah tegas ini menjadi bagian dari strategi mempercepat ketahanan dan kedaulatan energi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menyebut terdapat 301 wilayah kerja migas yang sudah mendapatkan persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/POD), namun belum juga beroperasi. Pemerintah kata dia, telah memberikan ultimatum kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) agar segera merealisasikan investasi dan produksi.

"Ada 301 wilayah kerja yang sudah selesai eksplorasi dan belum jalan-jalan, sekarang kita kasih ultimatum. Kalau tidak (jalan) kita cabut," ujar Bahlil dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2).

Baca Juga: Chevron Mau Masuk Lagi ke Indonesia, Incar Blok-blok Migas Raksasa

Menurut Bahlil, kebijakan ini diperlukan karena produksi minyak nasional terus mengalami penurunan sejak puncaknya pada 1996–1997 yang mencapai sekitar 1,5-1,6 juta barel per hari. Penurunan tersebut dipicu berbagai faktor, terutama kondisi sumur yang menua.



Dari sekitar 40 ribu sumur migas di Indonesia, hanya sekitar 18 ribu yang masih aktif, sementara sisanya tidak berproduksi (idle well). Ia mencontohkan proyek gas besar di Blok Masela yang dikelola Inpex.

Menurutnya proyek tersebut baru menunjukkan perkembangan setelah pemerintah memberikan tekanan agar investasi segera direalisasikan. Nilai investasinya diperkirakan mencapai sekitar USD18 miliar.

Baca Juga: PHE dan Petronas Sepakati FOA Kontrak Bagi Hasil Blok Bobara di Papua Barat

Selain ultimatum, pemerintah menyiapkan strategi lain untuk mendongkrak produksi migas nasional, seperti mengaktifkan kembali sumur tua dengan teknologi baru dan kolaborasi mitra. Lalu menawarkan blok yang tidak digarap kepada investor lain, baik domestik maupun asing.

Ditambah serta melegalkan sumur rakyat yang jumlahnya diperkirakan mencapai 45 ribu unit agar bisa berkontribusi pada produksi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Langkah percepatan ini menjadi krusial karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor energi, khususnya BBM dan LPG. Pemerintah menilai peningkatan produksi domestik merupakan kunci untuk menekan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

Bahlil menegaskan, kebijakan tegas terhadap blok migas mangkrak bukan semata penertiban administratif, melainkan strategi ekonomi nasional. "Sumber daya alam harus dikelola optimal untuk kepentingan rakyat," katanya.

Pemerintah menargetkan kombinasi peningkatan lifting migas, hilirisasi energi, dan percepatan investasi dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved