Berawal dari Blok Ekonomi, Mungkinkah BRICS Bergeser Jadi Aliansi Militer?
Rabu, 18 Februari 2026 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak pernah dipikirkan dengan semangat seperti itu," kata wakil menteri luar negeri itu kepada media pemerintah.
Baca Juga: Jerman Akui Keliru Jauhi BRICS, Janji Koreksi Kebijakan
Ketika ditanya apakah BRICS dapat melindungi kapal tanker milik anggota mereka dari serangan dan memastikan keselamatan mereka, Ryabkov mengatakan bahwa blok tersebut tidak memiliki potensi selain meningkatkan logistik dan memastikan perlindungan lebih besar dari sanksi, dan bahwa keamanan harus “dijamin dengan cara lain.”
Sebagai informasi BRICS dibentuk pada tahun 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, dimana setelahnya Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010. Kemudian Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Iran masuk untuk memperluas kelompok ini menjadi 11 anggota, bersama dengan 10 negara mitra.
Wamen luar negeri Rusia mengatakan, bahwa pertumbuhan perdagangan antara negara-negara BRICS jauh melampaui rata-rata global, “sebuah indikasi bahwa BRICS, tanpa menjadi semacam 'tongkat ajaib,' sebenarnya bisa membantu menyelesaikan masalah,".
Ryabkov juga menekankan, bahwa BRICS bisa dan seharusnya menyatakan solidaritas dengan Iran, serta Moskow dan Beijing sedang berkomunikasi dengan negara tersebut dan bekerja untuk “memastikan lingkungan politik yang sesuai” bagi negosiasi antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: Jerman Akui Keliru Jauhi BRICS, Janji Koreksi Kebijakan
Ketika ditanya apakah BRICS dapat melindungi kapal tanker milik anggota mereka dari serangan dan memastikan keselamatan mereka, Ryabkov mengatakan bahwa blok tersebut tidak memiliki potensi selain meningkatkan logistik dan memastikan perlindungan lebih besar dari sanksi, dan bahwa keamanan harus “dijamin dengan cara lain.”
Sebagai informasi BRICS dibentuk pada tahun 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, dimana setelahnya Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010. Kemudian Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Iran masuk untuk memperluas kelompok ini menjadi 11 anggota, bersama dengan 10 negara mitra.
Wamen luar negeri Rusia mengatakan, bahwa pertumbuhan perdagangan antara negara-negara BRICS jauh melampaui rata-rata global, “sebuah indikasi bahwa BRICS, tanpa menjadi semacam 'tongkat ajaib,' sebenarnya bisa membantu menyelesaikan masalah,".
Ryabkov juga menekankan, bahwa BRICS bisa dan seharusnya menyatakan solidaritas dengan Iran, serta Moskow dan Beijing sedang berkomunikasi dengan negara tersebut dan bekerja untuk “memastikan lingkungan politik yang sesuai” bagi negosiasi antara Teheran dan Washington.
Lihat Juga :