Jerman Akui Keliru Jauhi BRICS, Janji Koreksi Kebijakan

Senin, 16 Februari 2026 - 22:14 WIB
loading...
Jerman Akui Keliru Jauhi...
Pemerintah Jerman mengakui kebijakan menjauh dari negara-negara anggota BRICS pada masa lalu merupakan langkah yang keliru. FOTO/Anadolu Agency
A A A
BERLIN - Pemerintah Jerman mengakui kebijakan menjauh dari negara-negara anggota BRICS pada masa lalu merupakan langkah yang keliru dan akan dikoreksi. Evaluasi tersebut disampaikan di tengah upaya Eropa merumuskan ulang pendekatan strategis terhadap negara berkembang.

"Beberapa tahun lalu, kami pertama kali memandang negara-negara ini sebagai anggota BRICS, dan itu membuat kami merasa terasing dari mereka. Dan itu salah," kata Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dalam Konferensi Keamanan Munich, dikutip dari Watcher Guru, Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Dedolarisasi Tanpa Mata Uang Lokal, BRICS Bentuk Bursa Logam Mulia

Wadephul menyampaikan pernyataan tersebut saat Eropa berupaya memperbarui strategi diplomasi dan kerja sama global. Ia menilai pendekatan yang sebelumnya menjauhkan diri dari negara-negara BRICS terbukti kontraproduktif, meski sejumlah negara anggota memiliki kesamaan nilai dan kepentingan dengan Eropa.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved