Bulog Pasok Kebutuhan Beras 215.000 Jamaah Haji Indonesia 2026
Rabu, 18 Februari 2026 - 16:33 WIB
loading...
Sebanyak 215.000 jamaah haji asal Indonesia dipastikan akan mendapatkan pasokan beras dari Bulog. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 215.000 jamaah haji asal Indonesia dipastikan akan mendapatkan pasokan beras dari Perum Bulog selama menjalani ibadah di Mekkah dan Madinah pada musim haji 2026. Kepastian ini muncul setelah Kementerian Haji dan Umrah mewajibkan seluruh penyedia konsumsi atau dapur di Tanah Suci untuk menggunakan produk pangan nasional tersebut.
"Kementerian Haji dan Umrah mendukung penuh terkait program ini, untuk itu kami mewajibkan seluruh dapur di Madinah dan Mekkah yang melayani jemaah haji Indonesia sebanyak kurang lebih 215.000 orang untuk menggunakan Beras Bulog", ujar Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf dalam rapat koordinasi dikutip Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Bangun Kompleks Haji, Indonesia Negara Pertama yang Beli Properti di Makkah dan Madinah
Kebijakan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjamin kualitas pangan jamaah sekaligus mempromosikan produk dalam negeri di kancah internasional. Dukungan penuh dari kementerian terkait menjadi payung hukum bagi pengelola dapur di Arab Saudi untuk beralih menggunakan beras produksi Perum Bulog.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menilai kerja sama ini sebagai momentum penting untuk memperluas kepercayaan terhadap produk pangan nasional. Menurutnya, penggunaan beras domestik bagi jamaah Indonesia adalah bukti nyata bahwa kualitas beras dalam negeri telah memenuhi standar internasional yang ketat.
"Ini adalah langkah nyata dalam menghadirkan kualitas pangan terbaik bagi jemaah haji Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa beras produksi dalam negeri mampu memenuhi standar internasional,” ujar Ahmad Rizal.
Baca Juga: Revisi UU Pangan, Bapanas Bakal Dibubarkan Dilebur ke Bulog
Menindaklanjuti instruksi tersebut, jajaran Perum Bulog berkomitmen untuk bergerak cepat guna memastikan seluruh rantai pasok berjalan sesuai jadwal. Ahmad Rizal menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan langkah-langkah teknis dan administratif untuk memenuhi prosedur ekspor yang berlaku.
Proses pengiriman beras akan dilakukan dengan pengawasan ketat agar distribusi ke dapur-dapur di Mekkah dan Madinah tidak mengalami kendala. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi jamaah haji Indonesia dengan mengonsumsi cita rasa nasi yang sesuai dengan selera asal daerah masing-masing.
"Kementerian Haji dan Umrah mendukung penuh terkait program ini, untuk itu kami mewajibkan seluruh dapur di Madinah dan Mekkah yang melayani jemaah haji Indonesia sebanyak kurang lebih 215.000 orang untuk menggunakan Beras Bulog", ujar Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf dalam rapat koordinasi dikutip Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Bangun Kompleks Haji, Indonesia Negara Pertama yang Beli Properti di Makkah dan Madinah
Kebijakan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjamin kualitas pangan jamaah sekaligus mempromosikan produk dalam negeri di kancah internasional. Dukungan penuh dari kementerian terkait menjadi payung hukum bagi pengelola dapur di Arab Saudi untuk beralih menggunakan beras produksi Perum Bulog.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menilai kerja sama ini sebagai momentum penting untuk memperluas kepercayaan terhadap produk pangan nasional. Menurutnya, penggunaan beras domestik bagi jamaah Indonesia adalah bukti nyata bahwa kualitas beras dalam negeri telah memenuhi standar internasional yang ketat.
"Ini adalah langkah nyata dalam menghadirkan kualitas pangan terbaik bagi jemaah haji Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa beras produksi dalam negeri mampu memenuhi standar internasional,” ujar Ahmad Rizal.
Baca Juga: Revisi UU Pangan, Bapanas Bakal Dibubarkan Dilebur ke Bulog
Menindaklanjuti instruksi tersebut, jajaran Perum Bulog berkomitmen untuk bergerak cepat guna memastikan seluruh rantai pasok berjalan sesuai jadwal. Ahmad Rizal menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan langkah-langkah teknis dan administratif untuk memenuhi prosedur ekspor yang berlaku.
Proses pengiriman beras akan dilakukan dengan pengawasan ketat agar distribusi ke dapur-dapur di Mekkah dan Madinah tidak mengalami kendala. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi jamaah haji Indonesia dengan mengonsumsi cita rasa nasi yang sesuai dengan selera asal daerah masing-masing.
(nng)
Lihat Juga :