39.000 Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera Kembali Ditanami
Rabu, 18 Februari 2026 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pemulihan produktivitas lahan sawah yang rusak. Dari total sekitar 94.000 hektare sawah yang terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera, proses rehabilitasi menunjukkan perkembangan signifikan dengan sebagian lahan sudah kembali ditanami.
Amran menyampaikan, hingga saat ini sekitar 39.000 hektare lahan sawah telah ditanami kembali setelah melalui pembersihan dan perbaikan infrastruktur dasar. Upaya ini dilakukan secara bertahap dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat siklus tanam baru di wilayah terdampak.
Baca Juga: Pemerintah dan DPR Sepakat Bantuan Bencana Sumatera dari Diaspora di Malaysia Boleh Masuk
Proses rehabilitasi terutama berlangsung di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Material longsoran yang menutupi sawah dinilai mengandung humus yang subur sehingga memudahkan petani melakukan penanaman kembali setelah perbaikan irigasi dilakukan.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan anggaran yang fleksibel untuk perbaikan saluran irigasi dan penyediaan sarana produksi pertanian. Secara nasional, stok pangan disebut berada pada posisi kuat sekitar 3,5 juta ton, yang menjadi penyangga utama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah potensi gangguan distribusi akibat bencana.
Amran menyampaikan, hingga saat ini sekitar 39.000 hektare lahan sawah telah ditanami kembali setelah melalui pembersihan dan perbaikan infrastruktur dasar. Upaya ini dilakukan secara bertahap dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat siklus tanam baru di wilayah terdampak.
Baca Juga: Pemerintah dan DPR Sepakat Bantuan Bencana Sumatera dari Diaspora di Malaysia Boleh Masuk
Proses rehabilitasi terutama berlangsung di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Material longsoran yang menutupi sawah dinilai mengandung humus yang subur sehingga memudahkan petani melakukan penanaman kembali setelah perbaikan irigasi dilakukan.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan anggaran yang fleksibel untuk perbaikan saluran irigasi dan penyediaan sarana produksi pertanian. Secara nasional, stok pangan disebut berada pada posisi kuat sekitar 3,5 juta ton, yang menjadi penyangga utama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah potensi gangguan distribusi akibat bencana.
(nng)
Lihat Juga :