Bos BI Akui Rupiah Harusnya Tak Selemah Ini, Apa Penyebabnya?
Kamis, 19 Februari 2026 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
Guna meredam pelemahan lebih lanjut, Bank Indonesia meningkatkan intensitas stabilisasi melalui tiga jalur utama, yakni intervensi pasar, instrumen portofolio, dan uang primer. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap stabilitas rupiah di tengah gejolak global. "Alhamdulillah selama dua bulan ini investasi portofolio asing terus masuk, sudah ada net flow dan itu akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ungkap Perry.
Baca Juga: BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,7% di 2026
Dari sisi fundamental, bank sentral mencatat tingkat inflasi Indonesia masih sangat konsisten dengan sasaran 2,5±1% untuk tahun 2026 dan 2027. Dengan inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi yang meningkat, BI memproyeksikan rupiah akan bergerak stabil dalam jangka menengah.
Perry mengimbau pelaku pasar untuk lebih mencermati indikator fundamental ekonomi domestik yang tetap solid dibandingkan merespons berlebihan terhadap gejolak teknikal jangka pendek.
Baca Juga: BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,7% di 2026
Dari sisi fundamental, bank sentral mencatat tingkat inflasi Indonesia masih sangat konsisten dengan sasaran 2,5±1% untuk tahun 2026 dan 2027. Dengan inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi yang meningkat, BI memproyeksikan rupiah akan bergerak stabil dalam jangka menengah.
Perry mengimbau pelaku pasar untuk lebih mencermati indikator fundamental ekonomi domestik yang tetap solid dibandingkan merespons berlebihan terhadap gejolak teknikal jangka pendek.
(nng)
Lihat Juga :