Intip 4 Proyek Strategis PHR untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Jum'at, 20 Februari 2026 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan ini didorong penjadwalan dinamis, koordinasi lintas fungsi intensif, optimalisasi desain dan material, serta persiapan konstruksi lebih awal sehingga memangkas cycle time POP dari lebih dari 30 hari menjadi 2–3 hari.
Program pemboran dan workover yang masif ini berkontribusi langsung terhadap stabilisasi dan peningkatan produksi di Zona Rokan serta meminimalkan penurunan alami (natural decline) reservoir mature.
Dengan pendekatan dedicated project team, digitalisasi data (penggunaan SQL/Well View/Sharepoint sebagai data digging tool), dashboard monitoring berbasis Power BI, serta strategi eksekusi campaign untuk efisiensi biaya, PHR mampu memastikan kegiatan pasca operasi berjalan efektif, sesuai regulasi, dan hemat biaya.
Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat reputasi tata kelola PHR, tetapi juga mendukung keekonomian pengembangan lapangan ke depan, khususnya pada proyek-proyek marginal.
Baca Juga: Mengenal WK Rokan: Blok Migas Terbesar dan Paling Produktif dalam Sejarah Perminyakan RI
Percepatan dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item.
Program pemboran dan workover yang masif ini berkontribusi langsung terhadap stabilisasi dan peningkatan produksi di Zona Rokan serta meminimalkan penurunan alami (natural decline) reservoir mature.
3. ASR: Efisiensi Tinggi dalam Kegiatan Pasca Operasi
Proyek ASR ( Abandonment and Site Restoration ) atau yang biasa disebut Kegiatan Pasca Operasi (KPO) Paket 1 dan 2 meraih penghargaan The Most Cost-Efficient ASR. Kegiatan ASR (Abandonment and Site Restoration) atau Kegiatan Pasca Operasi menjadi mandat penting pemerintah kepada PHR untuk menuntaskan kewajiban dari operator sebelumnya.Dengan pendekatan dedicated project team, digitalisasi data (penggunaan SQL/Well View/Sharepoint sebagai data digging tool), dashboard monitoring berbasis Power BI, serta strategi eksekusi campaign untuk efisiensi biaya, PHR mampu memastikan kegiatan pasca operasi berjalan efektif, sesuai regulasi, dan hemat biaya.
Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat reputasi tata kelola PHR, tetapi juga mendukung keekonomian pengembangan lapangan ke depan, khususnya pada proyek-proyek marginal.
4. PoPE Padang Pancuran: Percepatan Onstream melalui Optimasi R2P
Selain itu, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream juga meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini berhasil mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi 67 BOPD dan proyeksi puncak 379 BOPD pada 2026.Baca Juga: Mengenal WK Rokan: Blok Migas Terbesar dan Paling Produktif dalam Sejarah Perminyakan RI
Percepatan dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item.
Integrasi untuk Ketahanan Energi
Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin menyampaikan, bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa integrasi inovasi teknologi, disiplin manajemen proyek, efisiensi biaya, serta kolaborasi lintas fungsi merupakan kunci menjaga keberlanjutan produksi nasional.Lihat Juga :