PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 01 Juli 2026 - 21:36 WIB
loading...
PLN EPI Bangun Ekosistem...
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Symposium Energy di Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta, baru-baru ini. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan, biomassa akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Melalui pengembangan ekosistem bioenergi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, biomassa tidak hanya dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja hijau, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi domestik.

Hal itu disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Symposium Energy di Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta, baru-baru ini. Hokkop mengatakan, biomassa merupakan solusi transisi energi yang dapat diterapkan secara cepat melalui program co-firing di PLTU. Melalui skema tersebut, sebagian penggunaan batu bara digantikan dengan biomassa yang berasal dari residu pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah perkotaan.

"Batu bara dapat disubstitusi dengan tandan kosong kelapa sawit, cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, pelepah sawit, limbah kayu, hingga berbagai residu biomassa lainnya. Seluruh bahan tersebut diolah menjadi pelet biomassa untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara di PLTU," ujar Hokkop dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang

Menurut Hokkop, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar. Berdasarkan pemetaan PLN EPI, potensi biomassa yang layak dimanfaatkan mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun. Potensi tersebut tersebar di Sumatra sebesar 42,8 juta ton, Kalimantan 18,9 juta ton, Jawa 13,1 juta ton, Sulawesi 5,1 juta ton, Papua-Maluku 1,9 juta ton, serta Bali-Nusa Tenggara sekitar 1,5 juta ton. Potensi tersebut berasal dari limbah sawit, kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Hokkop menjelaskan bahwa pengembangan biomassa tidak semata-mata bertujuan menggantikan sebagian konsumsi batu bara, tetapi juga membangun ekosistem bioenergi nasional yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari rantai pasok energi. "Bioenergi bukan hanya mengganti batu bara. Yang kami bangun adalah ekosistem bioenergi dari desa hingga pembangkit listrik. Di dalamnya ada petani, koperasi, pelaku usaha, hingga industri yang bersama-sama memperoleh nilai tambah dari pemanfaatan biomassa," tegasnya.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
Harmonisasi Tata Ruang...
Harmonisasi Tata Ruang Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Rekomendasi
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Berita Terkini
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen Tata Kelola Guna Jaga Kepercayaan Nasabah
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved