Sucor AM Berhasil Bangun Kinerja Positif di Tengah Gejolak Pasar
Jum'at, 27 Februari 2026 - 15:12 WIB
loading...
Direktur Sales and Distribution Sucor AM, Upik Susiyawati menerima penghargaan dalam ajang Best Mutual Fund Awards 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sucor Asset Management (Sucor AM) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 di tengah dinamika pasar global dan domestik. Capaian tersebut ditandai dengan raihan 15 penghargaan dalam ajang Best Mutual Fund Awards 2026.
"Penghargaan ini hanya soal kinerja, tetapi terkait konsistensi, disiplin, dan komitmen jangka panjang dalam menjaga amanah investor. Bagi kami, investasi bukan tentang satu langkah besar, tetapi tentang keberanian menjaga strategi tetap relevan di setiap fase pasar. Pada akhirnya, kepercayaan menjadi fondasi utama dari seluruh upaya tersebut," ujar Direktur Sales and Distribution Sucor AM, Upik Susiyawati, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, (27/2/2026).
Baca Juga: Sucor AM Perkuat Jaringan Investor Lewat Kemitraan dengan 29 Agen Penjual
Menurut Upik, pencapaian tersebut mencerminkan fondasi pertumbuhan jangka panjang yang terus diperkuat perseroan. Sepanjang 2025, industri reksa dana nasional tumbuh 32,84% atau Rp175 triliun, sementara Sucor AM membukukan pertumbuhan aset kelolaan (asset under management/AUM) sebesar 97,61% atau Rp22,34 triliun menjadi Rp45,22 triliun per akhir Desember 2025.
Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata industri secara persentase. Capaian itu sekaligus menunjukkan daya tahan kinerja perusahaan di tengah volatilitas pasar yang dipicu isu geopolitik global dan dinamika kebijakan domestik.
Dari sisi distribusi, Sucor AM memperluas jaringan kerja sama untuk menjangkau investor ritel maupun institusional. Sepanjang 2025, perusahaan menambah kanal distribusi melalui kolaborasi dengan SMBC Indonesia, Bank INA, Bank Mandiri, Mandiri Sekuritas, serta Fides.
Strategi ekspansi tersebut dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Seiring meningkatnya minat investasi masyarakat, kemudahan akses produk menjadi faktor penting dalam memperluas basis investor.
Di bidang pengelolaan investasi, perseroan tetap mengedepankan strategi prudent dan adaptif. Pelonggaran kebijakan moneter global sepanjang 2025 turut memberikan sentimen positif bagi industri reksa dana nasional.
Sucor AM juga meluncurkan kampanye #InvestasiSenyamanmu guna mendorong literasi dan inklusi keuangan. "Kampanye #InvestasiSenyamanmu menjadi bagian dari komitmen Sucor AM dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, sekaligus memperkuat engagement dengan investor ritel di berbagai segmen," lanjut Upik.
Baca Juga: Sucor Asset Management Catatkan Total AUM Rp32,36 Triliun
Selain itu, perusahaan menghadirkan platform digital Sucorwave berbasis situs web yang mengintegrasikan edukasi, diskusi pasar, serta interaksi dengan para ahli. Hingga akhir Desember 2025, jumlah investor dari seluruh kanal distribusi mencapai lebih dari 850 ribu Single Investor Identification (SID), tumbuh sekitar 46,04% secara year to date, dengan lonjakan investor institusional mencapai 115%.
“Seluruh pencapaian sepanjang 2025, baik dari sisi pertumbuhan AUM maupun penghargaan, merupakan hasil dari kerja keras Sucor AM dalam menjaga kualitas pengelolaan investasi, memperluas distribusi, serta membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan,” tutup Upik.
"Penghargaan ini hanya soal kinerja, tetapi terkait konsistensi, disiplin, dan komitmen jangka panjang dalam menjaga amanah investor. Bagi kami, investasi bukan tentang satu langkah besar, tetapi tentang keberanian menjaga strategi tetap relevan di setiap fase pasar. Pada akhirnya, kepercayaan menjadi fondasi utama dari seluruh upaya tersebut," ujar Direktur Sales and Distribution Sucor AM, Upik Susiyawati, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, (27/2/2026).
Baca Juga: Sucor AM Perkuat Jaringan Investor Lewat Kemitraan dengan 29 Agen Penjual
Menurut Upik, pencapaian tersebut mencerminkan fondasi pertumbuhan jangka panjang yang terus diperkuat perseroan. Sepanjang 2025, industri reksa dana nasional tumbuh 32,84% atau Rp175 triliun, sementara Sucor AM membukukan pertumbuhan aset kelolaan (asset under management/AUM) sebesar 97,61% atau Rp22,34 triliun menjadi Rp45,22 triliun per akhir Desember 2025.
Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata industri secara persentase. Capaian itu sekaligus menunjukkan daya tahan kinerja perusahaan di tengah volatilitas pasar yang dipicu isu geopolitik global dan dinamika kebijakan domestik.
Dari sisi distribusi, Sucor AM memperluas jaringan kerja sama untuk menjangkau investor ritel maupun institusional. Sepanjang 2025, perusahaan menambah kanal distribusi melalui kolaborasi dengan SMBC Indonesia, Bank INA, Bank Mandiri, Mandiri Sekuritas, serta Fides.
Strategi ekspansi tersebut dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Seiring meningkatnya minat investasi masyarakat, kemudahan akses produk menjadi faktor penting dalam memperluas basis investor.
Di bidang pengelolaan investasi, perseroan tetap mengedepankan strategi prudent dan adaptif. Pelonggaran kebijakan moneter global sepanjang 2025 turut memberikan sentimen positif bagi industri reksa dana nasional.
Sucor AM juga meluncurkan kampanye #InvestasiSenyamanmu guna mendorong literasi dan inklusi keuangan. "Kampanye #InvestasiSenyamanmu menjadi bagian dari komitmen Sucor AM dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, sekaligus memperkuat engagement dengan investor ritel di berbagai segmen," lanjut Upik.
Baca Juga: Sucor Asset Management Catatkan Total AUM Rp32,36 Triliun
Selain itu, perusahaan menghadirkan platform digital Sucorwave berbasis situs web yang mengintegrasikan edukasi, diskusi pasar, serta interaksi dengan para ahli. Hingga akhir Desember 2025, jumlah investor dari seluruh kanal distribusi mencapai lebih dari 850 ribu Single Investor Identification (SID), tumbuh sekitar 46,04% secara year to date, dengan lonjakan investor institusional mencapai 115%.
“Seluruh pencapaian sepanjang 2025, baik dari sisi pertumbuhan AUM maupun penghargaan, merupakan hasil dari kerja keras Sucor AM dalam menjaga kualitas pengelolaan investasi, memperluas distribusi, serta membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan,” tutup Upik.
(nng)
Lihat Juga :