Daya Tahan Bisnis Astra di 2025, Kantongi Pendapatan hingga Rp323,4 Triliun
Jum'at, 27 Februari 2026 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Penjualan sepeda motor nasional justru naik 1% menjadi 6,4 juta unit, dengan pangsa pasar PT Astra Honda Motor stabil di 78%. Bisnis komponen melalui Astra Otoparts juga mencatat kenaikan laba 18% menjadi Rp1,8 triliun.
Divisi Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan paling konsisten. Laba bersih naik 9% menjadi Rp9,0 triliun, didorong peningkatan portofolio pembiayaan. Nilai pembiayaan baru tumbuh 5% menjadi Rp112,3 triliun.
Sebaliknya, divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi turun 24% menjadi Rp9,1 triliun. Penurunan terutama dipicu harga batu bara yang lebih rendah serta berkurangnya aktivitas jasa penambangan. Namun, bisnis emas menjadi penopang berkat kenaikan harga jual rata-rata hingga 40%.
Divisi Agribisnis mencatat lonjakan laba 28% menjadi Rp1,2 triliun seiring kenaikan harga CPO 11 persen. Infrastruktur naik 24% menjadi Rp1,3 triliun berkat kenaikan tarif dan volume lalu lintas tol. Teknologi Informasi tumbuh 33% dan Properti melonjak 224%, terutama dari kontribusi aset gudang industri dan akuisisi baru.
Divisi Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan paling konsisten. Laba bersih naik 9% menjadi Rp9,0 triliun, didorong peningkatan portofolio pembiayaan. Nilai pembiayaan baru tumbuh 5% menjadi Rp112,3 triliun.
Sebaliknya, divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi turun 24% menjadi Rp9,1 triliun. Penurunan terutama dipicu harga batu bara yang lebih rendah serta berkurangnya aktivitas jasa penambangan. Namun, bisnis emas menjadi penopang berkat kenaikan harga jual rata-rata hingga 40%.
Divisi Agribisnis mencatat lonjakan laba 28% menjadi Rp1,2 triliun seiring kenaikan harga CPO 11 persen. Infrastruktur naik 24% menjadi Rp1,3 triliun berkat kenaikan tarif dan volume lalu lintas tol. Teknologi Informasi tumbuh 33% dan Properti melonjak 224%, terutama dari kontribusi aset gudang industri dan akuisisi baru.
Fundamental Menguat, Dividen Tetap Tebal
Dari sisi neraca, ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 7% menjadi Rp228,9 triliun. Nilai aset bersih per saham meningkat 8% menjadi Rp5.692.Lihat Juga :