BRI Gelontorkan Pembiayaan Gentengisasi Rp2 Miliar di Jatiwangi
Minggu, 01 Maret 2026 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Hery menegaskan plafon pembiayaan yang digelontorkan bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi di lapangan. Meski nilai awal yang dikucurkan terbilang moderat, perseroan berkomitmen untuk mendukung penuh kebutuhan permodalan para pengrajin agar dapat memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh para pengembang. "Mungkin belum terlalu besar. Berapapun kita bisa biayainya," kata Hery.
Baca Juga: Proyek Gentengisasi Prabowo Dimulai, Sasar Permukiman Padat di Menteng
Program gentengisasi ini terintegrasi langsung dengan kebutuhan besar pada proyek rumah subsidi serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah Jawa Barat. Dengan adanya kucuran modal dari BRI, para pengrajin diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi standar kualitas, sehingga rantai pasok material pembangunan tetap berbasis pada produk UMKM dalam negeri.
Dukungan perseroan untuk sektor perumahan ini diperkuat dengan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang mencapai Rp6,10 triliun sepanjang tahun 2026. Hingga 26 Februari 2026, realisasi penyerapan dana tersebut menunjukkan tren agresif dengan nilai mencapai Rp3,42 triliun yang diserap oleh 25.909 debitur di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Proyek Gentengisasi Prabowo Dimulai, Sasar Permukiman Padat di Menteng
Program gentengisasi ini terintegrasi langsung dengan kebutuhan besar pada proyek rumah subsidi serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah Jawa Barat. Dengan adanya kucuran modal dari BRI, para pengrajin diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi standar kualitas, sehingga rantai pasok material pembangunan tetap berbasis pada produk UMKM dalam negeri.
Dukungan perseroan untuk sektor perumahan ini diperkuat dengan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang mencapai Rp6,10 triliun sepanjang tahun 2026. Hingga 26 Februari 2026, realisasi penyerapan dana tersebut menunjukkan tren agresif dengan nilai mencapai Rp3,42 triliun yang diserap oleh 25.909 debitur di seluruh Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :