Sepi Peminat, Pangsa Pasar Keuangan Syariah Baru Capai 9,64%
Kamis, 17 September 2020 - 22:19 WIB
loading...
A
A
A
Wimboh melanjutkan, untuk meningkatkan permintaan di sektor keuangan syariah perlu dorongan dari pemanfaatan teknologi digital. Pelaku industri keuangan syariah harus bisa menjangkau masyarakat ke daerah-daerah khususnya masyarakat yang belum terjangkau oleh perbankan.
"Kita lakukan agar demand bisa tumbuh dengan masuk ke daerah, mengajak masyarakat yang belum bankable, belum diakses, dengan teknologi bisa diakses. Sehingga pada waktu kita mau kasih pembiayaan atau akses berbagai produk, secara digital informasinya sudah ada," jelasnya. (Baca juga: Pemerintah Mesti Edukasi Debitur Soal Pembiayaan Dana PEN )
Dia meyakini potensi keuangan syariah masih sangat besar. Apalagi Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, yaitu mencapai 229 juta orang atau sekitar 87% dari total penduduk Indonesia dengan jumlah santri sebanyak 3,96 juta orang dan 25.938 pesantren.
Wimboh menambahkan, peluang digitalisasi menjadi semakin besar seiring dengan diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. "Ini momentumnya. Semua menghindari kontak fisik dan teknologi adalah hal yang memungkinkan bagi kita semua untuk berinteraksi," tuturnya.
"Kita lakukan agar demand bisa tumbuh dengan masuk ke daerah, mengajak masyarakat yang belum bankable, belum diakses, dengan teknologi bisa diakses. Sehingga pada waktu kita mau kasih pembiayaan atau akses berbagai produk, secara digital informasinya sudah ada," jelasnya. (Baca juga: Pemerintah Mesti Edukasi Debitur Soal Pembiayaan Dana PEN )
Dia meyakini potensi keuangan syariah masih sangat besar. Apalagi Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, yaitu mencapai 229 juta orang atau sekitar 87% dari total penduduk Indonesia dengan jumlah santri sebanyak 3,96 juta orang dan 25.938 pesantren.
Wimboh menambahkan, peluang digitalisasi menjadi semakin besar seiring dengan diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. "Ini momentumnya. Semua menghindari kontak fisik dan teknologi adalah hal yang memungkinkan bagi kita semua untuk berinteraksi," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :