Kemenko PM Gelar Festival Jajanan Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas
Rabu, 04 Maret 2026 - 16:12 WIB
loading...
Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar Festival Jejak Jajanan Nusantara pada 6–8 Maret 2026 di Parkir Selatan Barat, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Kegiatan ini dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis kolaborasi untuk mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing.
"Fokus utama Kemenko PM adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan membuka akses pasar yang lebih luas melalui kurasi produk berkualitas dan berdaya saing tinggi," ujar Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison, melalui keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Lindungi UMKM, Kemenko PM Susun Kebijakan Rantai Bisnis yang Adil
Festival tersebut menghadirkan lebih dari 40 tenant UMKM terkurasi yang menyajikan beragam jajanan khas Nusantara. Selain menjadi ajang promosi kuliner, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM yang belum pernah mengikuti bazaar atau festival untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.
"Upaya ini juga menjadi kesempatan bagi UMKM yang belum pernah terlibat dalam kegiatan seperti bazaar atau festival untuk memasarkan dan memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat," tambahnya.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas usaha, Kemenko PM menghadirkan Klinik UMKM yang menyediakan layanan pendampingan, konsultasi, dan fasilitasi gratis. Layanan ini bertujuan memastikan pelaku usaha memiliki fondasi legalitas dan manajemen yang profesional serta berkelanjutan.
Selain itu, Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) juga disediakan untuk membantu pendaftaran merek, paten, hak cipta, dan desain industri. Perlindungan terhadap karya dan inovasi dinilai penting untuk mencegah pembajakan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Baca Juga: Kebijakan Ekonomi Kerakyatan Harus Berakar dari Kebutuhan Nyata di Lapangan
Leontinus menegaskan pemberdayaan UMKM membutuhkan kolaborasi lintas sektor. "Kami percaya bahwa dengan sinergi yang solid, Jejak Jajanan Nusantara dapat menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkokoh identitas dan kebanggaan terhadap produk bangsa," tegasnya.
Sebagai rangkaian kegiatan, pada Minggu (8/3) akan digelar NgabubuRun sejauh 5 kilometer bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar yang melibatkan komunitas lari dan masyarakat luas. Kegiatan ini diharapkan memperkuat partisipasi publik sekaligus meningkatkan kunjungan ke tenant-tenant UMKM yang berpartisipasi dalam festival tersebut.
"Fokus utama Kemenko PM adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan membuka akses pasar yang lebih luas melalui kurasi produk berkualitas dan berdaya saing tinggi," ujar Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison, melalui keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Lindungi UMKM, Kemenko PM Susun Kebijakan Rantai Bisnis yang Adil
Festival tersebut menghadirkan lebih dari 40 tenant UMKM terkurasi yang menyajikan beragam jajanan khas Nusantara. Selain menjadi ajang promosi kuliner, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM yang belum pernah mengikuti bazaar atau festival untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.
"Upaya ini juga menjadi kesempatan bagi UMKM yang belum pernah terlibat dalam kegiatan seperti bazaar atau festival untuk memasarkan dan memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat," tambahnya.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas usaha, Kemenko PM menghadirkan Klinik UMKM yang menyediakan layanan pendampingan, konsultasi, dan fasilitasi gratis. Layanan ini bertujuan memastikan pelaku usaha memiliki fondasi legalitas dan manajemen yang profesional serta berkelanjutan.
Selain itu, Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) juga disediakan untuk membantu pendaftaran merek, paten, hak cipta, dan desain industri. Perlindungan terhadap karya dan inovasi dinilai penting untuk mencegah pembajakan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Baca Juga: Kebijakan Ekonomi Kerakyatan Harus Berakar dari Kebutuhan Nyata di Lapangan
Leontinus menegaskan pemberdayaan UMKM membutuhkan kolaborasi lintas sektor. "Kami percaya bahwa dengan sinergi yang solid, Jejak Jajanan Nusantara dapat menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkokoh identitas dan kebanggaan terhadap produk bangsa," tegasnya.
Sebagai rangkaian kegiatan, pada Minggu (8/3) akan digelar NgabubuRun sejauh 5 kilometer bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar yang melibatkan komunitas lari dan masyarakat luas. Kegiatan ini diharapkan memperkuat partisipasi publik sekaligus meningkatkan kunjungan ke tenant-tenant UMKM yang berpartisipasi dalam festival tersebut.
(nng)
Lihat Juga :