Bitcoin Bergejolak Imbas Konflik Timur Tengah, Apa yang Perlu Dilakukan Investor?

Rabu, 04 Maret 2026 - 18:00 WIB
loading...
Bitcoin Bergejolak Imbas...
Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu gejolak di pasar keuangan global, termasuk aset kripto seperti Bitcoin. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu gejolak di pasar keuangan global, termasuk aset kripto seperti Bitcoin. Penutupan Selat Hormuz serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mendorong lonjakan harga energi sekaligus meningkatkan sentimen risk-off investor.

"Lonjakan dan koreksi dalam hitungan hari menunjukkan pasar sedang sangat headline-driven. Dalam situasi seperti ini, sentimen global dan dinamika kebijakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk saham dan kripto," ujar Vice President Indodax Antony Kusuma seperti dikutip, Rabu (4/3/2026).

Ketegangan geopolitik tersebut berdampak pada harga minyak yang dilaporkan naik hingga USD80 per barel. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi dan gangguan pasokan global, sementara harga emas dunia menguat di kisaran USD5.100 per troy ons sebagai aset lindung nilai.

Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi ke Rp1,11 Miliar, Indodax Sebut Fase Konsolidasi Wajar

Pasar kripto yang beroperasi 24 jam sehari turut mencerminkan perubahan sentimen secara cepat. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat terkoreksi ke USD63.100 pada akhir pekan, melonjak ke USD70.000 di awal pekan, dan kini bergerak di kisaran USD68.000, dengan kapitalisasi pasar kripto global sekitar USD2,33 triliun.



Antony menilai volatilitas tinggi tersebut mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan risiko makro. Pada fase awal gejolak, investor cenderung mengambil sikap risk-off untuk menjaga likuiditas, sebelum sebagian beralih ke instrumen yang dianggap lebih defensif.

"Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak dilakukan, termasuk mengalihkan sebagian eksposur ke aset kripto yang lebih stabil seperti stablecoin Tether (USDT) atau USD Coin (USDC), atau aset kripto berbasis emas seperti Tether Gold (XAUT) yang tengah menguat, sembari tetap menjaga alokasi terukur pada aset utama," jelas Antony.

Baca Juga: Rudal Iran Menghantam Pangkalan Militer AS Terbesar di Timur Tengah

Indodax menegaskan komitmennya menjaga likuiditas, keamanan sistem, dan transparansi di tengah dinamika pasar. "Di tengah dinamika geopolitik, disiplin manajemen risiko serta memiliki perspektif investasi jangka panjang tetap menjadi kunci untuk bersikap rasional dan adaptif menghadapi ketidakpastian global," kata dia.

Sebagai platform pertukaran kripto di Indonesia, Indodax juga mengimbau investor melakukan riset mandiri dan menerapkan manajemen risiko yang ketat. "Di saat pasar penuh tekanan makro seperti sekarang, strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi opsi paling bijak untuk memitigasi volatilitas," kata Antony.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Catcrs Luncurkan Dana...
Catcrs Luncurkan Dana Darurat untuk Antisipasi Risiko Kripto
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved