ICE Tanam Modal di OKX, Valuasi Capai USD25 Miliar
Jum'at, 06 Maret 2026 - 21:30 WIB
loading...
Intercontinental Exchange, Inc. (ICE), operator bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), resmi melakukan investasi strategis di bursa aset digital OKX. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Intercontinental Exchange, Inc. (ICE), operator bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), resmi melakukan investasi strategis di bursa aset digital OKX dengan nilai valuasi perusahaan mencapai 25 miliar USD. Langkah bersejarah ini menandai integrasi besar-besaran antara infrastruktur pasar modal tradisional dan teknologi blockchain untuk memperluas akses produk keuangan global.
"Hubungan strategis kami dengan OKX akan memperluas akses ritel global ke pasar teregulasi ICE yang terkemuka dan mempercepat rencana kami untuk menawarkan infrastruktur on-chain serta aset yang ditokenisasi kepada para investor Amerika Serikat," ujar Ketua dan CEO ICE, Jeffrey C. Sprecher, dalam keterangan resminya, Jumat (6/3).
Baca Juga: OKX Tegaskan Keamanan Aset lewat Proof of Reserves Bulanan
Kemitraan ini mencakup empat pilar utama, di antaranya penyediaan akses saham Amerika Serikat (AS) yang ditokenisasi serta derivatif yang tercatat di NYSE bagi pengguna OKX. Rencananya, layanan yang memungkinkan investor bertransaksi saham menggunakan teknologi blockchain ini akan mulai diluncurkan pada semester kedua tahun 2026.
Selain investasi modal, ICE juga akan menduduki kursi di Dewan Direksi OKX guna menyelaraskan standar tata kelola dan manajemen risiko institusional. Kolaborasi ini turut mencakup lisensi harga spot mata uang kripto OKX untuk mendukung produk futures kripto baru milik ICE, serta pengembangan infrastruktur custody multi-chain generasi berikutnya.
Bersamaan dengan investasi tersebut, NYSE mengumumkan pengembangan Platform Sekuritas Bertokenisasi yang memungkinkan perdagangan saham AS dan ETF berlangsung 24 jam sehari tanpa hambatan zona waktu. Platform ini dirancang untuk mendukung perdagangan saham fraksional dengan pendanaan berbasis stablecoin, sehingga menurunkan hambatan masuk bagi investor ritel, khususnya di wilayah Asia-Pasifik.
Baca Juga: OKX Rilis Laporan Proof of Reserves, Aset Pengguna Terus Tumbuh dan Likuiditas Kuat
Sistem baru ini menggabungkan keandalan mesin pencocokan Pillar milik NYSE dengan efisiensi penyelesaian transaksi on-chain yang menggantikan siklus T+2 tradisional menjadi instan. Dukungan terhadap ekosistem ini juga diperkuat oleh lembaga keuangan global seperti BNY dan Citi yang bergabung untuk memfasilitasi deposito bertokenisasi di seluruh lembaga kliring ICE.
Investasi di OKX ini mempertegas ambisi jangka panjang ICE untuk menjadi operator terkemuka dalam pasar keuangan berbasis on-chain. Sebelumnya, ICE juga telah memperkuat posisinya di industri aset digital melalui investasi senilai USD2 miliar pada platform pasar prediksi Polymarket pada November 2025 lalu.
"Hubungan strategis kami dengan OKX akan memperluas akses ritel global ke pasar teregulasi ICE yang terkemuka dan mempercepat rencana kami untuk menawarkan infrastruktur on-chain serta aset yang ditokenisasi kepada para investor Amerika Serikat," ujar Ketua dan CEO ICE, Jeffrey C. Sprecher, dalam keterangan resminya, Jumat (6/3).
Baca Juga: OKX Tegaskan Keamanan Aset lewat Proof of Reserves Bulanan
Kemitraan ini mencakup empat pilar utama, di antaranya penyediaan akses saham Amerika Serikat (AS) yang ditokenisasi serta derivatif yang tercatat di NYSE bagi pengguna OKX. Rencananya, layanan yang memungkinkan investor bertransaksi saham menggunakan teknologi blockchain ini akan mulai diluncurkan pada semester kedua tahun 2026.
Selain investasi modal, ICE juga akan menduduki kursi di Dewan Direksi OKX guna menyelaraskan standar tata kelola dan manajemen risiko institusional. Kolaborasi ini turut mencakup lisensi harga spot mata uang kripto OKX untuk mendukung produk futures kripto baru milik ICE, serta pengembangan infrastruktur custody multi-chain generasi berikutnya.
Bersamaan dengan investasi tersebut, NYSE mengumumkan pengembangan Platform Sekuritas Bertokenisasi yang memungkinkan perdagangan saham AS dan ETF berlangsung 24 jam sehari tanpa hambatan zona waktu. Platform ini dirancang untuk mendukung perdagangan saham fraksional dengan pendanaan berbasis stablecoin, sehingga menurunkan hambatan masuk bagi investor ritel, khususnya di wilayah Asia-Pasifik.
Baca Juga: OKX Rilis Laporan Proof of Reserves, Aset Pengguna Terus Tumbuh dan Likuiditas Kuat
Sistem baru ini menggabungkan keandalan mesin pencocokan Pillar milik NYSE dengan efisiensi penyelesaian transaksi on-chain yang menggantikan siklus T+2 tradisional menjadi instan. Dukungan terhadap ekosistem ini juga diperkuat oleh lembaga keuangan global seperti BNY dan Citi yang bergabung untuk memfasilitasi deposito bertokenisasi di seluruh lembaga kliring ICE.
Investasi di OKX ini mempertegas ambisi jangka panjang ICE untuk menjadi operator terkemuka dalam pasar keuangan berbasis on-chain. Sebelumnya, ICE juga telah memperkuat posisinya di industri aset digital melalui investasi senilai USD2 miliar pada platform pasar prediksi Polymarket pada November 2025 lalu.
(nng)
Lihat Juga :