Iran hanya Izinkan China dan Rusia Melintas Selat Hormuz, Tertutup bagi Sekutu AS
Sabtu, 07 Maret 2026 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Unit angkatan laut Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) bahkan telah diberi wewenang untuk "langsung menargetkan dan menetralkan" kapal mana pun yang tidak berwenang mencoba memaksa melintas. Larangan ini mencakup kapal tanker minyak, kapal pengangkut LNG, dan kapal kargo dari semua negara lain, termasuk negara netral dan tetangga regional Iran.
Baca Juga: IRGC Serang Kapal Tanker Minyak AS, Peringatkan Kapal-kapal di Selat Hormuz
Selat Hormuz selama ini menjadi arteri utama bagi sekitar 20% konsumsi minyak dunia dan porsi signifikan gas alam cair (LNG) global. Para analis pasar memperingatkan blokade "selektif" yang hanya menguntungkan dua negara ini berpotensi memicu gejolak harga energi dan gangguan rantai pasok yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketegangan diperkirakan akan melonjak drastis jika kapal-kapal tanker minyak dari negara Teluk lainnya mencoba untuk tetap berlayar.
Akses eksklusif yang diberikan kepada China dan Rusia menempatkan kedua negara tersebut dalam posisi rumit sebagai penerima manfaat sekaligus mediator potensial. Di sisi lain, Armada Kelima Amerika Serikat dan pasukan tugas sekutu dilaporkan telah meningkatkan kewaspadaan ke status "siaga tinggi". Namun, hingga saat ini, pihak AS belum secara langsung menantang blokade tersebut, yang ditengarai sebagai upaya untuk menghindari pecahnya pertempuran laut berskala lebih luas di kawasan tersebut.
Baca Juga: IRGC Serang Kapal Tanker Minyak AS, Peringatkan Kapal-kapal di Selat Hormuz
Selat Hormuz selama ini menjadi arteri utama bagi sekitar 20% konsumsi minyak dunia dan porsi signifikan gas alam cair (LNG) global. Para analis pasar memperingatkan blokade "selektif" yang hanya menguntungkan dua negara ini berpotensi memicu gejolak harga energi dan gangguan rantai pasok yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketegangan diperkirakan akan melonjak drastis jika kapal-kapal tanker minyak dari negara Teluk lainnya mencoba untuk tetap berlayar.
Akses eksklusif yang diberikan kepada China dan Rusia menempatkan kedua negara tersebut dalam posisi rumit sebagai penerima manfaat sekaligus mediator potensial. Di sisi lain, Armada Kelima Amerika Serikat dan pasukan tugas sekutu dilaporkan telah meningkatkan kewaspadaan ke status "siaga tinggi". Namun, hingga saat ini, pihak AS belum secara langsung menantang blokade tersebut, yang ditengarai sebagai upaya untuk menghindari pecahnya pertempuran laut berskala lebih luas di kawasan tersebut.
(nng)
Lihat Juga :