Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun

Senin, 27 Juli 2026 - 14:45 WIB
loading...
Selama Perang dengan...
Iran memukukan pendapatan sebesar USD18 miliar dari penjualan minyak selama periode perang dengan Amerika Serikat. FOTO/Reuters
A A A
TEHERAN - Iran membukukan pendapatan sebesar USD18 miliar atau sekitar Rp323 triliun dari penjualan minyak selama periode perang dengan Amerika Serikat (AS). Penerimaan tersebut menjadi penopang utama perekonomian Iran di tengah tekanan sanksi internasional dan ketidakpastian geopolitik.

"Penjualan minyak tersebut menyumbang lebih dari 60 persen dari target penerimaan minyak yang tercantum dalam anggaran tahunan negara," kata Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad seperti dikutip Malay Mail, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya

Dia mengatakan pendapatan dari penjualan minyak tersebut telah melampaui 60% dari target penerimaan minyak yang ditetapkan dalam anggaran tahunan pemerintah. Paknejad menjelaskan, dari total penerimaan itu sekitar USD11,5 miliar diperoleh selama periode perang, sedangkan USD6,5 miliar berasal dari masa gencatan senjata. Menurut dia, berkurangnya risiko terhadap pelayaran kapal tanker selama gencatan senjata turut mendorong peningkatan ekspor minyak Iran.


Selain meningkatkan ekspor, Iran juga menjual sebagian dari sekitar 100 juta barel minyak mentah dan kondensat gas yang sebelumnya tersimpan dalam cadangan. Kondisi tersebut menunjukkan sektor energi Iran tetap beroperasi di tengah konflik bersenjata dan pembatasan perdagangan akibat sanksi internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Rekomendasi
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Polisi Ungkap Pemicu...
Polisi Ungkap Pemicu Bentrokan Maut di Menteng: Berawal dari Aksi Geber Motor
Tumpukan Sampah di Pinggir...
Tumpukan Sampah di Pinggir Rel Pasar Minggu Berulang, Warga Luar Wilayah Ikut Jadi Sorotan
Berita Terkini
Independensi BI Dipertaruhkan...
Independensi BI Dipertaruhkan dalam Pemilihan Gubernur Baru
Pos Indonesia Bayar...
Pos Indonesia Bayar Imbal Hasil Sukuk Ijarah Senilai Rp24,12 Miliar
Soal Pengganti Perry...
Soal Pengganti Perry Warjiyo, DPR Tunggu Usulan Prabowo
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Perkuat Kompetensi Pekebun Sawit di Wajo
Profil Destry Damayanti,...
Profil Destry Damayanti, Penjabat Sementara Gubernur BI Gantikan Perry Warjiyo
Ekonom: Gubernur BI...
Ekonom: Gubernur BI Mundur Picu Volatilitas Pasar Jangka Pendek
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved