Gekrafs 2026: Strategi Memperkuat Puzzle Ekonomi Kreatif Indonesia Menuju Pasar Dunia

Sabtu, 07 Maret 2026 - 08:25 WIB
loading...
Gekrafs 2026: Strategi...
Rakernas Gekrafs 2026 pacu talenta kreatif Indonesia. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Kegiatan yang digelar di Nusantara Ballroom, Novotel Jakarta Pulomas, pada Jumat (6/3) dan Sabtu (7/3) ini menghadirkan berbagai tokoh pemerintah, pelaku industri kreatif, serta pengurus Gekrafs dari seluruh Indonesia dan perwakilan luar negeri.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menekankan pentingnya mindset bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu bertahan di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.

Menurut Raffi, kreativitas memang menjadi fondasi utama dalam ekonomi kreatif, namun harus diiringi dengan kemampuan mengelola ide menjadi peluang bisnis yang nyata dan berkelanjutan.

“Kalau mau jadi content creator, mereka harus berpikir untuk mencari ide-ide kreatif yang bagus. Tapi setelah menjadi content creator, kalian juga harus mencari rumus agar kreativitas tersebut bisa dijadikan bisnis kreatif,” ujar Raffi.

Ia menegaskan bahwa ide yang bagus saja tidak cukup jika tidak mampu bersaing di pasar. Sebagai contoh, bisnis kuliner tidak hanya membutuhkan produk yang enak, tetapi juga strategi pemasaran dan kemampuan berkompetisi di pasar.

“Sekreatif apapun kita, kalau tidak bisa bersaing di dunia bisnisnya, kita akan kalah bersaing,” tambahnya.

Selain itu, Raffi juga menyoroti pentingnya Intellectual Property (IP) atau kekayaan intelektual sebagai aset utama dalam industri kreatif. Menurutnya, perlindungan hak cipta memungkinkan karya kreatif memiliki nilai ekonomi yang lebih besar dan dapat dimonetisasi secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan kesuksesan karya musisi Indonesia seperti Yovie Widianto yang memiliki jutaan pendengar di platform digital, sebagai bukti bahwa kreativitas dapat menjadi kekuatan ekonomi nyata.

“Semua puzzle di dunia kreatif harus kita kerucutkan, kita selamatkan hak ciptanya dan kita selamatkan bisnisnya agar ekonominya bisa berjalan,” ujar Raffi.

Sementara itu, Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa perlindungan hukum terhadap hak kekayaan intelektual menjadi fondasi penting bagi perkembangan industri kreatif nasional.

Menurutnya, sektor ekonomi kreatif yang mencakup 17 subsektor usaha sangat bergantung pada perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi para kreator.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Tumbuhkan Generasi Kreatif,...
Tumbuhkan Generasi Kreatif, Kodomo dan Alfamart Ajak 1.100 Anak Warnai Indonesia
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Rekomendasi
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved