China Ambil 5 Pelajaran Penting dari Serangan AS-Israel ke Iran
Minggu, 08 Maret 2026 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Prabowo mengingatkan kemandirian adalah harga mati. Ia mengutip pemikiran Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Sukarno (Bung Karno), serta pesan Panglima Besar Soedirman mengenai kepercayaan pada kekuatan sendiri.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketahanan energi dan pangan, ketika ketidakpastian global terus membayangi. Tercapainya swasembada pangan merupakan bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat, berdaulat dan mandiri. Kemandirian pangan sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.
Sementara itu China dengan tegas mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran, yang menurutnya “tidak dapat diterima” dan mengecam apa yang disebutnya sebagai “pembunuhan terang-terangan terhadap seorang pemimpin berdaulat dan hasutan untuk perubahan rezim.” Beijing juga menyerukan penghentian segera operasi militer dan kembali menggunakan jalur diplomasi dengan cepat.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi juga menyampaikan keprihatinannya kepada rekan Israelnya, Gideon Saar, dengan memberitahunya selama panggilan telepon bahwa negosiator Iran dan AS telah mencapai “kemajuan signifikan” dalam pembicaraan nuklir yang kini telah runtuh. Dia menambahkan bahwa negosiasi itu juga membahas kekhawatiran keamanan Israel.
Beijing juga menyerukan kepada semua pihak untuk menjaga Selat Hormuz yang strategis, agar tetap terbuka. Beberapa kapal tanker minyak di wilayah tersebut telah terkena serangan, dan lalu lintas maritim turun sekitar 70%. China diketahui membeli lebih dari 80% total produksi minyak Iran, menurut berbagai perkiraan.
Prabowo mengingatkan kemandirian adalah harga mati. Ia mengutip pemikiran Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Sukarno (Bung Karno), serta pesan Panglima Besar Soedirman mengenai kepercayaan pada kekuatan sendiri.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketahanan energi dan pangan, ketika ketidakpastian global terus membayangi. Tercapainya swasembada pangan merupakan bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat, berdaulat dan mandiri. Kemandirian pangan sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.
Sementara itu China dengan tegas mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran, yang menurutnya “tidak dapat diterima” dan mengecam apa yang disebutnya sebagai “pembunuhan terang-terangan terhadap seorang pemimpin berdaulat dan hasutan untuk perubahan rezim.” Beijing juga menyerukan penghentian segera operasi militer dan kembali menggunakan jalur diplomasi dengan cepat.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi juga menyampaikan keprihatinannya kepada rekan Israelnya, Gideon Saar, dengan memberitahunya selama panggilan telepon bahwa negosiator Iran dan AS telah mencapai “kemajuan signifikan” dalam pembicaraan nuklir yang kini telah runtuh. Dia menambahkan bahwa negosiasi itu juga membahas kekhawatiran keamanan Israel.
Beijing juga menyerukan kepada semua pihak untuk menjaga Selat Hormuz yang strategis, agar tetap terbuka. Beberapa kapal tanker minyak di wilayah tersebut telah terkena serangan, dan lalu lintas maritim turun sekitar 70%. China diketahui membeli lebih dari 80% total produksi minyak Iran, menurut berbagai perkiraan.
(akr)
Lihat Juga :