Luhut Lapor Prabowo: Iran Tak Mungkin Tutup Selat Hormuz Seterusnya
Jum'at, 13 Maret 2026 - 22:54 WIB
loading...
Ketua DEN, Luhut melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa Iran sebagai negara penghasil minyak tersebut juga punya kepentingan untuk bertahan terkait Selat Hormuz. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait Perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz . Ia menilai Iran tidak akan berani mengambil keputusan hingga melakukan penutupan Selat Hormuz secara berkepanjangan.
Luhut menerangkan, alasan karena negara penghasil minyak tersebut juga punya kepentingan untuk bertahan, karena teluk tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan negaranya. Baca Juga: Video 2 Kapal Tanker Pertamina Berhasil Melewati Selat Hormuz Dipastikan Hoax, Begini Kondisinya
"Tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive. Jadi Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Meski begitu Luhut mengakui, penutupan Selat itu menyeret dampak terhadap terkereknya harga minyak mentah dunia. Bahkan untuk Indonesia sendiri, kondisi ini mengancam fiskal bekerja lebih keras untuk menambal harga subsidi energi.
Luhut menerangkan, alasan karena negara penghasil minyak tersebut juga punya kepentingan untuk bertahan, karena teluk tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan negaranya. Baca Juga: Video 2 Kapal Tanker Pertamina Berhasil Melewati Selat Hormuz Dipastikan Hoax, Begini Kondisinya
"Tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive. Jadi Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Meski begitu Luhut mengakui, penutupan Selat itu menyeret dampak terhadap terkereknya harga minyak mentah dunia. Bahkan untuk Indonesia sendiri, kondisi ini mengancam fiskal bekerja lebih keras untuk menambal harga subsidi energi.
Lihat Juga :