PLN Enjiniring Integrasikan CSR dengan Strategi Transisi Energi Nasional
Minggu, 15 Maret 2026 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Keenam pilar tersebut dijalankan melalui puluhan program yang bertujuan memperkuat kapasitas organisasi. Kemudian mengembangkan proyek energi baru, meningkatkan kualitas layanan engineering, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memperluas kolaborasi global.
Menariknya, arah transformasi ini juga turut mempengaruhi desain program CSR perusahaan. Chairani mengakui pada tahap awal transformasi, perusahaan lebih banyak menjalankan program berbasis lingkungan dan energi hijau. Namun kini, fokus CSR mulai diperluas pada pengembangan sumber daya manusia.
"Tahun-tahun sebelumnya fokus kami lebih banyak pada program green dan lingkungan. Sekarang kami masuk pada fase pembangunan budaya dan pengembangan manusia. Karena itu, program CSR kami juga diarahkan pada penguatan pendidikan," jelasnya.
Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring Anita Widyiastuti menambahkan, program CSR perusahaan dirancang secara terintegrasi dengan strategi bisnis serta manajemen risiko perusahaan. Aspek keberlanjutan menjadi bagian penting dalam perencanaan proyek dan investasi.
"Risiko ESG kami integrasikan ke dalam kerangka manajemen risiko perusahaan. Dengan demikian, setiap perencanaan proyek juga mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, serta risiko perubahan iklim," ujarnya.
Menariknya, arah transformasi ini juga turut mempengaruhi desain program CSR perusahaan. Chairani mengakui pada tahap awal transformasi, perusahaan lebih banyak menjalankan program berbasis lingkungan dan energi hijau. Namun kini, fokus CSR mulai diperluas pada pengembangan sumber daya manusia.
"Tahun-tahun sebelumnya fokus kami lebih banyak pada program green dan lingkungan. Sekarang kami masuk pada fase pembangunan budaya dan pengembangan manusia. Karena itu, program CSR kami juga diarahkan pada penguatan pendidikan," jelasnya.
Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring Anita Widyiastuti menambahkan, program CSR perusahaan dirancang secara terintegrasi dengan strategi bisnis serta manajemen risiko perusahaan. Aspek keberlanjutan menjadi bagian penting dalam perencanaan proyek dan investasi.
"Risiko ESG kami integrasikan ke dalam kerangka manajemen risiko perusahaan. Dengan demikian, setiap perencanaan proyek juga mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, serta risiko perubahan iklim," ujarnya.
Lihat Juga :