Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
Selasa, 07 Juli 2026 - 19:46 WIB
loading...
Risiko pemadaman listrik berskala besar atau blackout menjadi tantangan yang perlu diantisipasi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Risiko pemadaman listrik berskala besar atau blackout menjadi tantangan yang perlu diantisipasi dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional. Blackout dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari ketidakseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik, gangguan infrastruktur kelistrikan, hingga meningkatnya kompleksitas sistem energi seiring pertumbuhan kebutuhan listrik nasional.
Pengamat Energi Feiral Rizky Batubara mengatakan, gangguan pada sistem kelistrikan tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat memberikan tekanan terhadap sektor industri. Pasokan listrik yang tidak stabil berpotensi menghambat proses produksi, meningkatkan biaya operasional, hingga mengganggu keberlangsungan rantai pasok.
Karena itu, Feiral menilai mitigasi risiko blackout perlu dilakukan melalui penguatan sistem kelistrikan secara menyeluruh, termasuk diversifikasi sumber energi dan peningkatan pembangkit yang mampu menyediakan pasokan listrik secara stabil.
“Panas bumi bisa menjadi salah satu opsi strategis untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional, terutama sebagai bagian dari antisipasi risiko blackout. Karakternya stabil, dapat beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada cuaca, dan bisa berperan sebagai baseload di sistem kelistrikan,” kata Feiral dalam keterangan tertulis, Selasa (7/6/2026).
Baca Juga: Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Pengamat Energi Feiral Rizky Batubara mengatakan, gangguan pada sistem kelistrikan tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat memberikan tekanan terhadap sektor industri. Pasokan listrik yang tidak stabil berpotensi menghambat proses produksi, meningkatkan biaya operasional, hingga mengganggu keberlangsungan rantai pasok.
Karena itu, Feiral menilai mitigasi risiko blackout perlu dilakukan melalui penguatan sistem kelistrikan secara menyeluruh, termasuk diversifikasi sumber energi dan peningkatan pembangkit yang mampu menyediakan pasokan listrik secara stabil.
“Panas bumi bisa menjadi salah satu opsi strategis untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional, terutama sebagai bagian dari antisipasi risiko blackout. Karakternya stabil, dapat beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada cuaca, dan bisa berperan sebagai baseload di sistem kelistrikan,” kata Feiral dalam keterangan tertulis, Selasa (7/6/2026).
Baca Juga: Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Lihat Juga :