Bursa Hanya Buka 2 Hari Jelang Libur Panjang, IHSG Pekan Ini Diprediksi Mixed
Senin, 16 Maret 2026 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun ada kelonggaran bagi kapal tertentu, volatilitas pasar saham Amerika Serikat diperkirakan tetap tinggi karena stabilitas pasokan energi dunia belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada upaya pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal. Lonjakan harga energi global berpotensi memberikan beban tambahan pada belanja subsidi, sehingga langkah cepat diperlukan agar defisit tidak melampaui ambang batas legal.
"Kombinasi ketidakpastian global serta kehati-hatian kebijakan fiskal tersebut mendorong investor cenderung mengambil posisi risk-off, sehingga menekan pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu," tegas Hari.
Baca Juga: IHSG Ambruk 5,91% dan Rupiah Tertekan, Pasar Indonesia Hadapi Perfect Storm
Selain fiskal, investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Konsensus pasar memprediksi BI-Rate akan dipertahankan guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah kuatnya tekanan eksternal.
Lihat Juga :