Bahlil Bawa Angin Segar dari Selat Hormuz, Iran Buka Ruang Dialog

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:55 WIB
loading...
Bahlil Bawa Angin Segar...
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyebut perkembangan ini sebagai angin segar karena Iran membuka kembali jalur komunikasi bagi kapal-kapal selain milik Israel dan Iran untuk berdialog. Foto/DAok
A A A
JAKARTA - Di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah, kebijakan buka-tutup di Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi Indonesia. Jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia itu kini mulai memberi ruang bagi kapal- kapal tanker dari negara non-konflik untuk tetap melintas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut perkembangan ini sebagai 'angin segar' karena Iran membuka kembali jalur komunikasi bagi kapal-kapal selain milik Israel dan Iran untuk berdialog sebelum melewati selat.

Baca Juga: Indonesia Sibuk Cari Sumber Baru Impor BBM: Dari Amerika Butuh Waktu 40 Hari, Timteng 3 Pekan

"Sekalipun dalam kondisi geopolitik yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda konflik di Timur Tengah itu selesai. Tapi kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (17/3/2026).



Bahlil mengatakan, dari sudut pandang Indonesia, kelonggaran akses di Selat Hormuz memiliki arti strategis. Sebagai negara net importir minyak, kelancaran jalur ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas pasokan BBM dan biaya impor energi nasional.

"Artinya bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi," lanjutnya.

Baca Juga: Video 2 Kapal Tanker Pertamina Berhasil Melewati Selat Hormuz Dipastikan Hoax, Begini Kondisinya

Dengan mulai normalnya pergerakan kapal di kawasan tersebut, risiko gangguan pasokan dan lonjakan harga energi dapat sedikit diredam. Hal ini turut membantu pemerintah menjaga stok energi domestik tetap aman menjelang periode konsumsi tinggi seperti Lebaran.

Meski demikian, pemerintah tetap bersikap waspada. Dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya reda membuat kebijakan buka-tutup Selat Hormuz masih berpotensi berubah sewaktu-waktu. Karena itu, koordinasi dengan pelaku industri energi, termasuk Pertamina, terus diperkuat.

Ke depan, momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya diversifikasi sumber energi dan efisiensi konsumsi dalam negeri agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal. Dengan kata lain, meski belum sepenuhnya aman, celah akses di Selat Hormuz memberi ruang napas bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas energi di tengah tekanan global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved